oleh

Akhirnya, Siswa SDN Cijolang Direlokasi

TANJUNGSARI – Sebanyak 252 siswa-siswi SDN Cijolang di Dusun Cijolang Desa Margaluyu Kecamatan Tanjungsari yang dikepung proyek pembangunan Tol Cisumdawu, pindah belajar ke Pondok Pesantren Miftahul Hasanah, Selasa (8/10).

Kepindahan mereka, secara resmi diantar langsung Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan. Bahkan orang nomor dua di Sumedng itu, rela berpanas-panasan dan berjalan kaki dengan ratusan anak sekolah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Hasanah, yang telah memfasilitasi sarana belajar dan mengajar siswa SDN Cijolang,” kata Erwan kepada Sumeks saat ditemui di Pondok Pesantren Miftahul Hasanah.

Kata dia, keberadaan siswa di pondok tersebut hanya tiga bulan, selama bangunan pengganti sekolah mereka dikerjakan di lokasi yang dekat dengan sekolah lama.

“Sesuai kesepakatan, tiga bulan. Saya akan pantau pengerjaannya,” terang dia.

Bahkan, Wabup juga menugaskan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, untuk melakukan pemantauan, terkait pengerjaan bangunan sekolah itu.

“Kita berikan progres setiap minggu, sejauh mana perkembangan bangunan SDN Cijolang ini,” ujarnya.

Lokasi sekolah pengganti yang akan dibangun itu, kata Erwan, tidak jauh dari sekolah lama. “Kira-kira 100 Meter dari tempat semula,” katanya.

Bahkan lokasi yang disiapkan Pemda Sumedang itu pun lebih luas, dari pada sekolah asal.  “Mudah-mudahan lebih aman, lebih nyaman dan lebih representatif lagi,” katanya seraya menyebutkan pembangunan tersebut dibiayai pihak PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT).

Di tempat sama,  Plt Kepala SDN Cijolang, Tina Tresnawati mengatakan, siswa sebanyak itu terdiri dari 12 rombongan belajar (Rombel). “Artinya, dari setiap tingkatan kelas, masing-masing memiliki dua rombel,” tuturnya.

Pondok Pesantren Miftahul Hasanah, kata Tina, dinilai cukup representatif, karena selain jarak tempuh cukup dekat dari tempat tinggal siswa, kegiatan belajar mengajar pun dapat dilaksanakan di pagi hari.

“Kalau pindah ke sekolah lain, masuknya pasti siang, setelah siswa sekolah tersebut selesai belajar. Karena memang di sekolah lain pun over load,” katanya.

Siswa sekolah yang bangunannya dikepung proyek Tol Cisumdawu itu, berasal dari 15 dusun.  “Diantaranya dari Pasirangin, Cijolang, Cijotang bahkan dari Sukasari juga ada,” katanya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed