oleh

Aksi Damai Mahasiswa Sumedang

KOTA – Sekitar 1.000-an lebih mahasiswa dari berbagai sekolah tinggi dan universitas di Sumedang, menggelar unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Sumedang, Kamis (26/9). Mereka, menuntut pembatalan dan menolak sejumlah Revisi Undang Undang (RUU) yang dianggap kontroversial.

“Tujuannya tetap sama seperti yang lainnya, kita menolak RUU KUHP dan KPK,” kata Ketua PC PMII Sumedang, Abdurahman kepada Sumeks di sela-sela unjuk rasa.

Meskipun RUU KPK telah sah secara hukum, namun pihaknya tetap menuntut pemerintah untuk mencabut keputusan tetsebut. “Karena pasal pada UU KPK yang sudah diplenokan banyak bermasalah. Bahkan UU KPK itu dinilai bukan memperkuat KPK, namun justru akan melemahkan KPK,” ujarnya.

Dijelaskannya, KPK merupakan salahsatu produk reformasi, yang mengikis habis tindak pidana  korupsi. “Namun kenapa, disaat KPK sudah bagus kinerjanya, justru malah dilemahkan. Bukannya seharusnya lebih diperkuat lagi,” kata Abdurahman.

Bahkan salahsatu  pasal menyebutkan, harus dibentuk dewan pengawas. “Namun sayang, dewan pengawas didominasi kalangan pemerintah,” katanya.

Ketika itu terjadi, lanjut dia, maka akan melemahkan KPK itu sendiri dan independensi KPK dipertanyakan. “Belum lagi masalah kepegawaian KPK yang harus menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN),” ucapnya.

Menurut Abdurahman, itu melambangkan kemunduran KPK. “Artinya, pegawai-pegawai KPK ini akan menjadi bawahan eksekutif, maka secara otomatis, pegawai KPK harus satu komando dengan pemerintah,” tuturnya.

Ditambahkan Abdurahman, Revisi Undang Undang KPK yang sudah disahkan itu, harus dikaji kembali. “Kalau di tingkat pusat itu meminta presiden membuat perppu, tetapi untuk pribadi saya agar duduk kembali atau Judicial Review, artinya pasal pasal di Undang Undang KPK yang melemahkan itu dikaji kembali,” ujarnya.

Menanggapi permintaan mahasiswa, salah seorang anggota DPRD Sumedang, Irwansyah Putra berjanji akan menyampaikan aspirasi itu ke DPR pusat. Bahkan untuk meyakinkan massa, dia menandatangani naskah tuntutan mahasiswa, dengan disaksikan seluruh peserta aksi.

“Kami juga tidak setuju dengan revisi itu, akan kami sampaikan bahkan kami siap mengantarkan ke pusat,” ujarnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed