Akur Siap Bangun Dapil Lima Bersama Golkar

KOTA – Tidak puas mengikuti kontestasi pilkada, mantan Ketua KPU Sumedang Asep Kurnia (Akur), kini lebih memfokuskan dirinya terjun di dunia politik. Hal itu dibuktikan dengan pencalonanya di legislatif dengan membawa bendera Partai Golkar, kemarin (17/7).

“Hari ini (kemarin) saya telah mengambil keputusan untuk berjuang bersama Partai Golkar untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” kata Akur saat ditemui Sumeks di Kantor KPU Sumedang.

Menurutnya, keberadaan dia di partai berlambang pohon beringin itu, dapat memberikan warna dan semangat baru dalam kancah perpolitikan di Sumedang.

“Partai Golkar mempercayakan kepada saya, untuk bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat Jatinangor dan sekitarnya,” terang Akur.

Jatinangor, kata Akur, merupakan kecamatan yang dinilai sangat penting dan strategis bagi Pemerintahan Kabupaten Sumedang.

“Jatinangor menjadi pintu gerbang Sumedang yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung,” tuturnya.

Sebagai etalasenya Sumedang, lanjut Akur, Jatinangor harus ditata sedemikian rupa, sehingga menjadi daya tarik bagi warga yang notabenenya bukan orang Sumedang.

“Insya Allah, para wakil rakyat di Jatinangor dapat memperkuat dan membantu kepala daerah dalam mengembangkan kawasan perkotaan Jatinangor,” tuturnya.

Sementara itu, keputusan Akur untuk menjadi kandidat bacaleg di daerah pemilihan (dapil) lima itu, atas pertimbangan Partai Golkar itu sendiri.

“Kalau kita sih tentunya akan memberikan yang terbaik. Karena pasangan ZA Akur pada perolehan suara pilkada sebanyak lebih dari 23 ribu suara,” ujarnya.

Dia menilai, angka tersebut merupakan suatu kepercayaan masyarakat Jatinangor dan sekitarnya, yang harus dipelihara dan dilanjutkan untuk kepentingan bersama.

“Jatinangor dan Cimanggung ingin memiliki ruang terbuka dan alun-alun yang memadai. Karena kedua kecamatan tersebut hingga saat ini belum memilikinya,” terang Akur.

Kemudian terkait kawasan pendidikan, Akur berjanji akan memperjuangkan masyarakat Sumedang, untuk dapat mengenyam pendidikan di sejumlah perguruan ternama.

“Jangan sampai warga Sumedang tapi tidak bisa kuliah di daerahnya sendiri,” tukasnya. (nur)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.