oleh

Alun-alun Akan Dipugar

KOTA – Pertumbuhan dan perkembangan suatu kota akan ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas sosial ekonomi. Pertumbuhan dan perkembangan yang secara pesat ini baik dari segi fisik maupun ekonomi akan berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan ruang dan prasarana pergerakan penduduknya.

Kebutuhan ruang dan prasarana sangatlah mempengaruhi segala aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup. Menurut UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Pemanfaatan Ruang, ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya.

Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan kembali memfungsikan alun-alun sebagai ruang publik. Dinas Ciptakarya dan Perumahan menyatakan bahwa pentaan alun-alun akan dilakukan pada akhir tahun 2016 ini dengan anggaran Dana APBD sekitar 5 Milyar.

“Rencananya akan dilakukan pada akhir tahun ini, dananya dari APBD sebesar Rp 5 Milyar,” ujar Kepala Dinas Ciptarum, Amim, saat ditemui di kantornya, Kamis (4/8).
Amim mengatakan, menurut Permendagri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan, ruang terbuka didefinisikan sebagai ruang-ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas, baik dalam bentuk area/kawasan maupun dalam bentuk area memanjang/ jalur di mana dalam penggunaannya lebih bersifat terbuka yang pada dasarnya tanpa bangunan. Dengan demikian, setidaknya suatu kota haruslah memiliki satu ruang terbuka publik baik itu ruang terbuka hijau (RTH) maupun ruang terbuka non hijau (RTNH). Salah sastu contohnya adalah alun-alun.

“Jadi fungsinya akan dimaksimalkan lagi atau dikembalikan lagi sebagai alun-alun, yakni ruang terbuka bagi publik,” terangnya.

Ia menambahkan Alun-alun adalah salah satu dari sekian banyak contoh yang pasti dimiliki oleh sebuah kota sebagai suatu ruang terbuka publik. Seringkali, keberadaan alun-alun di sebuah kota telah dijadikan sebagai identitas maupun ikon dari kota tersebut.

Karena menurutnya, pada dasarnya fungsi dari alun-alun sendiri adalah sebagai tempat yang digunakan manusia dalam melaksanakan aktivitasnya, baik itu aktivitas yang berkaitan dengan kepentingan pemerintah, pendidikan maupun sebagai kepentingan hiburan.

“Jadi nanti caranya pagarnya akan dibuka sehingga menyediakan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk bermain atau melakukan kegiatan disana,” tegasnya.

Ia menjelaskan, selama ini keberadaan Alun-Alun Sumedang tersebut hanya digunakan sebagai tempat untuk upacara, peringatan acara kenegaraan maupun hari-hari kebesaran lainnya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed