Senin, 3 Agustus 2020

Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

sumeks_images

PENOLAKAN: Sejumlah anggota Ormas AMS membentangkan spanduk penolakan pembahasan RUU HIP, kemarin. ASEP NURDIN/ SUMEKS

AMS Minta Hentikan Pembahasan RUU HIP

SUMEDANGEKSPRES.COM - Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Kabupaten Sumedang, meminta DPR/ MPR RI untuk segera menghentikan pembahasan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP)

SUMEDANGEKSPRES.COM – Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Kabupaten Sumedang, meminta DPR/ MPR RI untuk segera menghentikan pembahasan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), yang menuai kontroversi. Pasalnya, Pancasila sebagai dasar negara, merupakan sebuah konsensus kebangsaan, yang bersifat final. 

“Tidak membutuhkan pembahasan yang akan mengakibatkan penafsiran lebih luas atau lebih sempit dari penjabaran yang sudah dituangakan dalam pembukaan UUD 45,” kata ketua AMS Distrik Sumedang, Rully Krisna Peryoga kepada Sumeks, Rabu (24/6).

Dikatakan, jika penggodokan RUU HIP digulirkan hingga berbuah menjadi Undang Undang, dikhawatirkan menjadi multifilter efek terhadap persoaalan sejumlah konflik. “Bisa berujung mengarah kepada konflik ideologi. Bahkan rentan terjadi perpecahan bangsa,” ujarnya.

Baca juga :

Tak Ada Anggaran Screening Bagi Anak Sekolah

Apalagi menurutnya, bangsa ini tengah dihadapkan pada krisis global pandemi covid-19. “Wabah ini  mengakibatkan krisis kesehatan dan keterpurukan ekonomi secara nasional,” katanya.

Senada dikatakan Sekretaris AMS Distrik Sumedang, Edi Rustandi.  Pancasila dilahirkan melalui proses perjuangan, pembahasan dan penggodoakan seluruh komponen bangsa. “Tentunya dengan memperhatikan berbagai kepentingan suku bangsa, ras, agama dan golongan,” katanya.

Sehingga, lanjut Edi, tercipta kesatuan NKRI yang berbangsa, berdaulat, melalui sebuah konsensus kebangsaan yang bersifat final. Sementara, katanya, AMS yang dilahirkan pada Tahun 1966, berbarengan dengan berkecamuknya PKI , yang merongrong keutuhan NKRI.

“Kami menyatakan sikap, hentikan pembahasan RUU HIP dan tidak perlu dilanjutkan,” katanya dengan tegas, seraya menyebutkan,  bahwa pernyataan itu sudah disampaikan ke bupati dan ketua DPRD Sumedang. (nur)