Anggaran Miliaran Tak Atasi Banjir

Anggaran Miliaran Tak Atasi Banjir

BANJIR KIRIMAN: Sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Bandung Garut tepatnya di depan PT Kahatex, kemarin.(IMAN NURMAN/SUMEKS)

PEWARTA: IMAN NURMAN/IGUN/SUMEKS

JATINANGOR – Diduga dampak pembangunan sejumlah perumahan dan bangunan tinggi di daerah Kiarapayung (Kirpay), wilayah Desa Cikeruh dan Sayang, tepatnya di Dusun Warung Kalde Desa Cikeruh disapu banjir kiriman dari atas, kemarin malam (10/2).

Informasi yang dihimpun Sumeks, air hujan disertai lumpur datang dari arah BGG (Kirpay) menuju Pangkalan Damri, depan Jatos, dan sebagian wilayah Desa Sayang. Ketinggian air bervariasi mulai 20 sampai 100 centimeter.

”Rumah saya dan beberapa rumah warga ikut kebanjiran air kiriman dari atas (BGG). Di RW 09 dan 14 Desa Cikeruh atau depan Jatos ikut banjir,” kata Iis warga Dusun Warungkalde Desa Cikeruh, kemarin.

Menurut Iis tidak hanya volume hujan yang tinggi, banjir disebabkan karena wilayah Kirpay sudah banyak pembangunan perumahan dan aktivitas penggalian Tol Cisumdawu. Sehingga air bercampur lumpur tanah merah masuk ke pemukiman warga.

Warga lainnya, Encu di Dusun Cikeruh Lio Desa Cikeruh mengatakan hujan yang terjadi sejak sore sekira pukul 17.30 menyebabkan volume air di Sungai Cikeruh ikut naik. Kenaikan terjadi lantaran air kiriman dari Desa Cilayung dan Kecamatan Sukasari.

”Sampai saat ini masih terbilang stabil belum meluap ke pemukiman warga. Hanya saja warga terutama yang berada di bantaran Sungai agar waspada,” katanya.

Banjir juga terjadi di Jalan Bandung-Garut tepatnya di depan PT Kahatex dan Kawasan Dwipapuri Jarum Super. Meski di kiri kanan jalan sudah dibangun drainase yang katanya menelan anggaran hingga miliaran rupiah, namun banjir tetap tidak bisa dicegah.

Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung sejak sore tadi menyebabkan terjadinya genangan air di jalan raya tersebut hingga 30 centimeter.

Pantauan meski pun genangan tidak terlalu tinggi namun, mengakibatkan laju kendaraan yang melintasi jalur tersebut melambat. Antrean kendaraan pun terjadi dari arah Bandung menuju Garut  begitu pun arah sebaliknya. Sehingga, hingga pukul 20.30 WIB diperkirakan antrian kendaraan mengekor lebih dari 4 KM.

Kamaludin, 45, warga Cisempur Kecamatan Jatinangor mengatakan, genangan air terjadi tepatnya di wilayah Cipasir hingga Warung Cina Desa Mangunarga.

”Genangan air ini terjadi, mungkin karena adanya saluran air yang tersumbat. Meskipun drainasenya sudah besar namun air tidak mengalir. Mungkin juga debit air yang cukup banyak hingga selokan tak mampu menampungnya,” ucapnya.

Menurut Kamaludin, memang sudah tidak aneh lagi di jalur tersebut, jika intensitas hujan besar dengan waktu cukup lama hingga berjam-jam pasti terjadi genangan. Dia menduga pekerjaan saluran air drainase belum berjalan mulus.

”Akhirnya ya banjir tetap terjadi dan berdampak pada lalu lintas di sekitarnya. Jika lalu lintas sudah tersendat begini, biasanya sebagian pengendara motor dan mobil kecil mengalihkan perjalanannya melalui jalur alternatif ke jalan Cipajaran Desa Cintamulya dan Cisempur selanjutnya melalui jalur Sawahdadap dan Parakanmuncang Kecamatan Cimanggung,” terangnya. (imn/ign)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.