Anjal ‘Kiriman’ dari Luar

Anjal ‘Kiriman’ dari Luar

DIRUANGAN: Kasat Binmas Polres Sumedang AKP Baban Kusbandi ketika diwawancarai di ruangannya(IIS SULASTRI/SUMEKS)

PEWARTA: IIS SULASTRI/IGUN/SUMEKS

*Lakukan Operasi Secara Berkala

KOTA – Dalam upaya Polres Sumedang memberikan rasa aman dan nyaman patroli dilakukan setiap hari di setiap malam. Anak punk dan jalanan (Anjal) yang ditemukan ketika operasi patroli langsung diarahkan untuk pulang.

”Menemukan anak punk itu pasti disuruh pulang karena mereka itu menjadi penyakit. Misalnya kemacetan apalagi menjelang pilpres dan pileg ini ada kerawanan di jam 00.00 sampai subuh,” ungkap Kasat Binmas Polres Sumedang AKP Baban Kusbandi pada Sumeks saat diwawancarai, kemarin (12/2).

Diakui Baban operasi sebelumnya biasa dilakukan pada jam 22.00-02.00 tetapi sepuluh hari terakhir ini pola waktu operasi berubah. ”Untuk sepuluh hari terakhir pola waktu operasi menjadi pukul 00.00-05.00. Jangan sampai ada kecolongan dan masyarakat bisa merasa aman, upaya ini pun kita lakukan setiap hari,” ujarnya.

Baban memaparkan soft therapy yang diberikan kepada para anak punk yang ditertibkan. ”Sebagai soft therapy kita mengamankan mereka, menanyai identitasnya, memeriksa jika mencurigakan dan memeriksa keamanannya. Ini sama halnya dengan Dishub, TNI, dan Satpol PP di setiap malam gabungan dengan kodim,” paparnya.

Operasi yang dilakukan diakui Baban personil yang disiapkan bisa mencapai 50-60 orang dengan 3 truk.

”Sebagai tindakan kita melakukan pendataan dan pembinaan terhadap mereka dengan mendata nama, asal, tanggal lahir. Dan seandainya sudah jelas kita pulangkan,” jelasnya.

Baban memaparkan bahwa hasil operasi polisi tidak terlepas dengan koordinasi bersama Dinsos Kabupaten Sumedang.

”Kita berkoordinasi dengan Dinsos, setelah operasi dengan pengamanan dan penertiban langsung selanjutnya oleh Dinsos. Mudah-mudahan Dinsos ada tindaklanjut dari hasil penertiban polisi menyangkut permasalahan sosial ini,” tambahya.

Selain itu, Baban memberi imbauan bagi masyarakat untuk melaporkan pada polisi jika ada temuan gerombolan. ”Apabila menemukan gerombolan segera laporkan. Karena kita juga butuh bantuan masyarakat dan juga ada keterbatasan personil untuk operasi di setiap tempat,” imbaunya.

Disebutkan Baban temuan anak punk di lapangan merupakan kerumunan yang transit di Sumedang. ”Kebanyakan mereka itu dari wilayah Timur yang transit di Sumedang. Dan mereka itu kebanyakan maniak bola dengan menyetop truk yang sedang melaju itu kan membahayakan,” ujarnya.

Selain itu, Baban menyebutkan temuan anak punk terbanyak berada di Binongsari dengan arah Bandung. ”Menginformasikan bahwa tokoh masyarakat bisa membuat jaringan komunikasi dan personil wajib memberi kontak sehingga ketika ditemukan gangguan siap kita ditindak,” ujarnya. (cr1/ign)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.