Aparat Desa Dikibuli, Rp30 Juta Raib

Peliput/Editor: Heri Purnama

Aparat Desa Dikibuli, Rp30 Juta Raib

ilustrasi

SITURAJA – Belum satu tahun keluar dari penjara, residivis penipu kambuhan, AN kembali berulah. Sebelumnya, AN terjerat kasus penipuan dengan modus penggandaan uang pada tahun 2015 lalu. Warga Dusun Cijati Hilir, Desa Jatimekar, Kecamatan Situraja, ini kembali menipu korbannya yang diketahui seorang aparat desa.

Menurut informasi yang dihimpun Sumeks dari pihak kepolisian, pelaku penipuan itu beralasan, awalnya dirinya mendapat sebuah telepon yang menyatakan dirinya akan mendapat hadiah gebyar koperasi sebanyak ratusan juta. AN pun melakukan kegiatan hiburan yang melibatkan salah satu perangkat desa, bernama Ade Utomo.

“Pelaku kemudian mengajak korban untuk mengadakan hiburan (syukuran) di rumah korban. Karena dirinya optimis akan mendapatkan hadiah tersebut,” kata Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Situraja, Komisaris Polisi, Dani Sunardi melalui Kepala Unit Resor Kriminal (Kanit Reskrim), Ipda Endang.

Lanjutnya, setelah pelaku melakukan koordinasi dengan Ade Utomo, diambil lah keputusan bahwa hiburan tersebut akan dilakukan di pekarangan rumah Ade Utomo, pada hari Senin (28/11) malam.

Kegiatan pun mulai dilakukan dengan mengundang 15 kuda renggong, dan organ tunggal. Bahkan acara hiburan tersebut berlangsung sampai Selasa (29/11) siang.

“Kejanggalan tersebut mulai dirasakan oleh pihak pelaku kesenian kuda renggong, saat dirinya melakukan aksi hiburan itu mau minum juga susah,” kata dia.

Dikatakan, setelah kegiatan tersebut hampir rampung, pihak seniman kuda renggong menagih bayaran kepada Ade Utomo sebagai yang punya lapak hiburan. Tapi, Ade malah kebingungan karena yang memiliki agenda adalah AN.

Ade pun beralasan AN sedang mengambil uang. Tidak lama kemudian, AN pun datang membawa tas, dia menunjukan kepada Ade bahwa uangnya sudah disiapkan di dalam tas tersebut. Lalu tas itu pun dibawa ke kamar dan disimpan di kamar rumah Ade.

Setelah di cek ternyata tas tersebut bukan berisi uang melainkan berisi kemasan air minum. “AN mengiming-iming tas kepada Ade yang diakuinya berisi uang, tapi setelah dicek ternyata tas tersebut adalah hanya berisi kemasan air mineral saja. Sampai-sampai Ade jatuh sakit karena kaget dan dirinya merasa sudah terlibat memfasilitasi AN untuk melakukan acara tersebut,” ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, Ade harus menanggung kerugian sekitar Rp30 jutaan. Untuk menghindari amukan massa AN diamankan di Polsek Situraja, dan akan dilakukan penyidikan oleh pihak kepolisan.

Kapolsek menambahkan, untuk sementara ini, AN terjerat pasal 378 tentang penipuan. Pihak kepolisan Sektor Situraja juga mengaku tidak pernah menerima permintaan izin dari kegiatan tersebut. Pihaknya pun tidak mengetahui adanya acara tersebut. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.