oleh

Apartemen Siap Dibangun

JATINANGOR – Sejumlah warga Jatinangor mengaku keberatan jika di Jatinangor dibangun lagi apartemen. Sebab, selain alasannya akan merusak ekosistem lingkungan, juga dampak mengenali lingkungan dan analisis dampak lalu lintas (Amdal-Amdalalin) di kawasan tersebut.

“Jelas akan merusak tatanan Jatinangor. Karena itu harus dikaji dulu rencana umum tata ruang dan rencana umum tata wilayah (RUTR/RUTW),” kata Koordinator Aktivis Gerakan Muda Peduli Alam (Gempa) Jawa Barat, Dekki Ismailudin kepada Jateks, kemarin.

Tak hanya akan merusak lingkungan, kata Dekki, dibangunya sejumlah apartemen mewah akan merusak ekosistem yang lain. Sebab, kawasan Jatinangor yang merupakan cekungan Bandung, tidak akan sanggup beradaptasi dengan pembangunan yang sangat pesat.

“Beda, kawasan untuk resapan air dan kawasan untuk pemukiman. Jika itu dipaksakan, ya daerah hilir akan banjir, daerah hulu akan kekurangan air,” tegasnya.

Bahkan, dari segi ekonomi adanya apartemen akan membuat sejumlah pengusaha kos-kosan kecil kena imbasnya. Seperti yang disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Jatinangor yang juga pengusaha lokal kos-kosan, Yayat Supangat SE.

Dia mengaku atas rencana pembangunan apartemen di dalam lingkungan kampus Unpad itu akan sangat berimbas kepada pengusa kos kosan. Selain itu kata Yayat, tidak hanya pengusaha kos kosan tetapi para pedagang kecil lainya juga akan kena imbas.

“Harusnya ada sosialisasi dulu sebelum membangun apartemen itu. Tapi kenyataanya tidak pernah ada sosialisasi kepada warga dari pihak pengembang,” tegas Yayat.

Menurutnya dengan adanya rencana pembangunan apartemen didalam kampus Unpad, masyarakat merasa kecolongan. Pemkab Sumedang juga harus bertanggujawab sebab sebelumnya pernah menyampaikan kalau di Jatinangor tidak akan dibangun lagi apartemen.

“Kenyataanya masih ada pembangunan. Bahkan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR)nya seperti apa itu juga belum jelas. Sebab di lingkungan kampus itu khusus untuk pendidikan kenapa sekarang ada apartemen,” tuturnya.

Seperti diketahui, di Jatinangor akan kembali dibangun apartemen untuk hunian mahasiswa. Hunian itu saat ini tengah dibangun di belakang Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor.

Apartemen yang dibangun salah satu pengembang yang mengadopsi bangunan yang ada di California Amerika Serikat itu rencananya memiliki 11 tower dengan masing-masing tower memiliki 4 lantai.

Setiap towernya juga terdapat 80 unit hunian tipe studio room yang setidaknya memuat sekitar 1.000 mahasiswa. Bahkan, studio room tersebut juga dapat memuat dua tempat tidur.

Pengembang ADeDe Group, I Gusti Putu Wingara mengatakan, hunian tersebut nantinya bukan hanya semata untuk sekedar hunian saja. Namun, mahasiswa penghuni apartemen akan diberikan ilmu kewirausahaan dengan fasilitas Student Centre yang dapat digunakan untuk belajar maupun untuk tempat memulai usaha dengan gratis bagi penghuni.

“Setelah menyelesaikan studi, para mahasiswa dan mahasiswi yang menghuni apartemen diharapkan nanti bisa menjadi enterpreneur yang handal. Bisa menciptakan lapangan kerja sendiri karena sudah digembleng ilmu kewirausahaan,” ujar Gusti kepada wartawan, kemarin. (imn/kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 comment

News Feed