Ara Apresiasi Seniman Sumedang

CIMANGGUNG – Anggota DPR RI Maruarar Sirait SIP, memberikan apresiasi terhadap kiprah dari para pelaku seni di Kabupaten Sumedang, khususnya di Kecamatan Cimanggung. Mereka dikatakan anggota DPR RI Komisi XI itu, sudah berhasil mewujudkan Sumedang sebagai Puseur Budaya Sunda dengan telah mampu meregenerasi para seniman sehingga mampu melahirkan para seniman muda.

”Saya bangga menjadi bagian dari masyarakat Sunda. Saya bangga seni warisan leluhur ini bisa tetap lestari, regenerasinya pun masih terus berjalan. Ada seniman yang sudah berumur 50 tahun, 30 tahun, sampai tadi ada juga yang masih umur 10 tahun. Saya senang, karena ini tandanya regenerasi terus berjalan,” kata pria yang karib disapa Ara saat menggelar Reses Anggota DPR RI di Desa Mekargalih, Kecamatan Cimanggung, Jumat (1/3).

Tak hanya itu, Ara juga memberikan apresiasi pada warga Mekargalih yang telah menyempatkan waktu untuk menghadiri acara yang digelarnya, meski pada saat bersamaan hujan mengguyur. Namun, warga terlihat antusias melihat sejumlah penampilan dari para seniman lokal yang menampilkan berbagai kreasi. Diantaranya, reak, tari jaipong, badawang, singa barong, kuda renggong, kuda lumping, topeng rehe, marawis, dan pencak silat. Aksi-aksi para seniman itu mampu membuat kagum para penonton.

Seperti pada acara-acara sebelumnya, Ara pun memberikan santunan pada 300 anak yatim yang ada di Desa Mekargalih dan Kecamatan Cimanggung. Tak hanya di Sumedang, pemberian santunan juga dilakukan di Subang dan Majalengka.

”Ini sebagai ungkapan terima kasih saya, karena selama 15 tahun telah mengantarkan saya ke parlemen (DPR RI). Berkat masyarakat Sumedang juga saya menjadi peraih suara terbanyak di antara parpol dan caleg DPR RI lainnya di dapil SMS ini,” pungkasnya.

Rusanto Joko Prakoso selaku Ketua Paguyuban Sukma Sajati mengaku bangga dengan sosok Maruarar Sirait yang begitu peduli terhadap perkembangan seni Sunda di Kabupaten Sumedang. ”Dalam setiap resesnya memang dia kerap menampilkan berbagai kesenian local, tak hanya di Sumedang, tapi juga di Majalengka dan Subang,” papar Joko. (ign)

 

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.