Banjir di Cibawang Kian Meluas

Peliput/Editor: ASEP HERDIANA/SUMEKS

Banjir di Cibawang Kian Meluas

DILANDA BANJIR: Areal pesawahan di Dusun Cibawang Desa Sukasirnarasa Kecamatan Rancakalong terkena banjir akibat tersumbatnya aliran Sungai Cibawang dampak dari disposal Tol Cisumdawu, belum lama ini.

Dampak dari Disposal Tol Cisumdawu

SUMEDANG – Banjir akibat terhambatnya aliran Sungai Cibawang dampak dari disposal Tol Cisumdawu di Dusun Cibawang Desa Sukasirnarasa Kecamatan Rancakalong kian meluas.

Sebelumnya, banjir itu hanya merendam areal pertanaman padi milik warga. Kini, sebuah rumah milik Asep (43) dilingkungan itu juga ikut terancam setelah dikepung air akibat tak lancarnya aliran sungai.

“Turunnya hujan yang terus menerus memang menyebabkan banjir makin meluas. Aliran sungai Cibawang yang tertutup tanah menyebabkan banjir dilingkungan kami,” terang Asep, kemarin (2/11).

Diakui Asep, minggu lalu mungkin hanya sekitar satu hektar lahan tanaman padi, namun sekarang lebih dari satu hektar. Dan, kalau dibiarkan seluruh areal persawahan di blok itu yang luasnya sekitar 5 ha akan terendam.

Dikatakan, banjir juga bukan hanya menyebabkan areal sawah terendam, tetapi saat ini selain mengancam rumah miliknya juga mengancam jalan propinsi penghubung Rancakalong Tanjungsari.

Di tempat terpisah, Kasie Pengaduan dan Penindakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Agus Purwanto mengatakan atas kejadian banjir akibat disposal di Cibawang, pihaknya telah melakukan peninjauan ke lapangan.

“Begitu kami menerima pengaduan dari masyarakat, Rabu (1/11) lalu kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan,” terangnya.

Menurutnya, penyebab banjir hingga merendam areal persawahan memang karena terhambatnya aliran sungai oleh tanah yang berasal dari disposal.

“Saat ini, pihak perusahaan memang sedang berupaya mengeruk aliran sungai tersebut dan itu menjadi pekerjaan yang prioritas sebelum mengerjakan yang lain,” tandasnya.

Terkait dokumen perijinan pembuangan disposal, lanjut Agus, untuk lahan milik H Ujang Kusnadi sudah ada. Namun, untuk lokasi yang berada dibelakang lahan milik H Ujang belum bisa memperlihatkan dokumen perijinan.

“Awalnya lokasi yang dijadikan pembuangan disposal adalah lahan milik H Ujang, namun dalam pelaksanaannya lahan yang ada dibelakangnya terkena dampak. Sehingga, akhirnya dibebaskan dan dijadikan pula tempat pembuangan disposal. Dari lokasi itulah tanah turun hingga menyumbat aliran sungai dan menyebabkan banjir,” tandasnya.

Diakuinya, atas kejadian ini pihaknya berencana akan mengundang pihak pihak terkait. Baik itu warga, pengusaha, pemerintahan desa dan kecamatan untuk mencari solusi terbaik.
“Yang jelas nanti akan kita fasilitasi sehingga semuanya menjadi beres,” tukasnya. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js