oleh

Banjir Lumpur Sergap Pemukiman

KOTA – Banjir disertai lumpur cukup mengagetkan warga Panyirapan lingkungan RT 01 dan 02 RW 06 Desa Mekarjaya Kecamatan Sumedang Utara. Pasalnya, peristiwa yang baru pertama kali terjadi di kawasan itu, berlangsung saat sebagian besar warga tengah terlelap.

Warga menduga, insiden pada Sabtu (16/1) malam sekitar pukul 22.10 ini, dampak pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang saat ini, proses pengerjaannya melintasai desa mereka. Akibat pelaksana jalan tol tak membuat saluran draenase, dampaknya banjir campur lumpur dampak perataan tanah, masuk perumahan warga.

Bahkan, Sekolag Dasar Negeri (SDN) Sukaweningpun, turut menjadi korban. Air bercampur lumpur masuk ke hampir seluruh ruangan kelas. Bahkan, halaman sekolah yang biasa digunakan upacara, tampak seperti kubangan.

Kondisi terparah, rumah milik Esih (54) warga RT 01/06. Air beserta lumpur masuk ke suluruh bagian rumahnya, dengan ketinggian kurang lebih 30 sentimeter. Sontak saja, kejadian ini membuatnya kaget, karena sebelumnya tak pernah terjadi.

“Harita abdi tos bobo, pas aya hujan jam 10an nyaring, tak kungsi satengah jam aya cai leubeut mani kiruh pisan (Malam itu, saya sudah tidur. Saat hujan turun sekitar pukul 22.00, saya terbangun. Tidak kurang dari setengah jam, air campur lumpur masuk ke rumah, red),” terangnya seraya menambahkan akibat kejadian ini, ia terpaksa harus beres-beres hingga pukul 02.00, Minggu (17/1).

Hal yang sama terjadi di rumah Uju (67). Air bercampur lumpur turut masuk ke rumahnya, namun ketinggiannya tak separah di rumah Esih. Begitupun rumah Ujang dan warga lainnya, air bercampur lumpur masuk ke rumah.
Sementara itu, Masjid Baetul Rohim di lingkungan RT 02 dan bangunan milik PAUD di lingkungan RT 01, tak luput dari terjangan air campur lumpur.

Akibat kejadian ini, warga pun berjaga jaga, khawatir banjir susulan. Warga juga berinisiatif mendatangi rumah pelaksana jalan tol, untuk meminta pertanggungjawaban.

“Nu puguh mah ieu teh nyangsarakeun we ka urang, salain dikirim lumpur, jalan lingkungan ge jadi rusak ka sered cai (Yang jelas, ini menyengsarakan warga. Selain dikirim lumpur, jalan juga jadi rusak tergerus banjir lumpur, red),” terang Joni yang turut kebagian lumpur dibagian teras depan rumahnya.

Terpisah, Kepala Desa Mekarjaya Dudung Suryana menyesalkan kejadian ini. Menurut dia, jauh-jauh hari, pelaksana proyek seharusnya membuat drainase, sehingga air campur lumpur tak mengalir ke pemukiman warga.

“Pelaksana (proyek tol) kan perusahaan besar. Seharusnya, mereka sudah bisa memprediksi kejadian ini, jangan hanya percaya kepada dukun (pawang hujan, red). Sehingga, ada upaya antisipasi bukan asal keruk saja dan kini dampaknya dirasakan warga,” ketusnya.

Untuk itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek tol, atas kejadian ini. Dan, meminta dibuatkan draenasem sehingga jika turun hujan tidak menyebabkan banjir lumpur ke rumah warga.
“Bagaimanapun juga, mereka harus bertanggung jawab, salah satunya dengan dibuat saluran draenase yang memadai,” tegasnya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed