oleh

Banjir Rendam Dua Desa, Semakin Tahun Semakin Parah

JATINANGOR – Akibat curah hujan yang tinggi, puluhan rumah di Desa Cipacing dan Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter, Senin (22/02).

Selain curah hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah Jatinangor akhir-akhir ini, informasi yang dihimpun Jateks, banjir terjadi karena luapan dari air Sungai Cikeruh dan Sungai Solokan Jarak di Desa Cipacing. Akibatnya, air sungai melimpah dan masuk rumah warga.

“Semalam rumah warga terendam banjir, kami pun langsung mengevakuasi barang-barang ke tempat yang lebih aman,” ujar Ketua RT 03 RW 13, Lina Karlina kepada Jateks, di lokasi banjir, kemarin.

Menurut Lina, rumah warga di Dusun Solokan Jarak, RW 13 Desa Cipacing menjadi langganan banjir. Setahun lalu, banjir juga merendam wilayah ini. “Tapi banjir kali ini lebih besar, bahkan barang-barang yang belum sempat kami selamatkan ikut terendam,” ujarnya.

Ia berharap, agar pemerintah bisa memberikan solusi, mengingat banjir semakin hari terus meninggi. “Banjir di Desa Cipacing sudah terjadi sejak tahun 2000-an. Setiap tahun kami terus menerus dilanda banjir, bukannya ada solusi malah semakin kesini air malah semakin tinggi,” katanya.

Sementara warga lainnya, Ayu (35) mengatakan, sudah bosan dengan banjir yang melanda selama ini, pasalnya, banjir sangat mengganggu kenyamanan dalam istirahatnya.

“Jelas, kami sangat terganggu, terutama ketika malam hari. Bayangkan, ketika lagi enak-enaknya istirahat tiba-tiba banjir melanda, siapa yang tidak kesel,” katanya.

Menurutnya, warga tidak bisa berbuat banyak, mengingat faktor ekonomi menjadi kendala selama ini. “Maunya sih pindah, namun pindah kemana? Karena sangat sulit mencari lahan murah. Ya terpaksa tetap tinggal,” katanya.

Pantauan Jateks, ketika malam hari air masih menggenangi pemukiman warga, dan ketika pagi hari air sudah mulai surut. Warga pun di Desa Sayang dan Desa Cipacing mulai membersihkan rumah mereka dari bekas air sungai serta lumpur yang masuk ke rumah mereka.

Kades Cipacing, Iwan Kurniawan melalui Staf Desa, Agus Supriatna membenarkan kejadian itu. Menurutnya, masalah banjir memang kerap terjadi di wilayahnya. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Muspika setempat. Hanya saja, pihaknya berharap ada tim penanggulangan dan relawan bencana yang siap membantu mengevakuasi warga.
“Banjir memang bencana. Makanya kami berharap ada solusinya. Ini bukan tingkatan pemerintah desa tapi harus lintas Kabupaten dan provinsi. Sebab, Sungai Cikeruh masuk dalam BBWS provinsi Jabar,” tandasnya. (cr9/imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed