Banyak Kecelakaan, Dishub Perketat Uji Kir

KOTA – Mengatisipasi banyaknya kecelakaan lalu lintas terutama untuk angkutan kendaraan umum barang dan orang. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumedang akan lebih memperketat pelayanan uji kir.

Menurut Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, H. Sule Sulaeman, Ama.PKB, hal itu  untuk memastikan kendaraan tersebut laik jalan.

Dikatakan Sule, adanya perketat Uji Kir tersebut bukan berarti kami bermaksud mempersulit masyarakat (pemilik angkutan barang dan orang) yang hendak mengakses pelayanan Kir. “Tapi, langkah yang kami buat itu, semata-mata untuk kebaikan bersama, sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, yang diakibatkan adanya komponen vital kendaraan yang tidak berfungsi dengan baik,” kata H. Sule Sulaeman, Ama.PKB, di ruang kerjanya, kemarin (10/9).

Menindaklanjuti hal itu, petugas uji akan melakukan pemeriksaan atau pengecekan terhadap setiap kendaraan wajib uji yang datang ke tempat pengujian.

Beberapa komponen vital yang harus secara cermat dilakukan pemerikasaan baik secara manual maupun komputerisasi. Diantaranya, sistim pengereman, lampu utama, seint dan rem, serta wifer. Pengecekan komponen lainnya, meliputi ketebalan ban dan keausan pada sistim kemudi.

“Pengecekan beberapa komponen tadi, sebagiannya bisa dilakukan dengan cara manual. Kecuali untuk pengecekan pada sistim pengereman, serta ambang batas emisi (gas buang), harus dilakukan menggunakan sistim komputer,” terangnya.

Mengingat hasil uji kir, sangat penting sebaga upaya menjamin keselamatan saat berkendaraan, maka pihaknya tidak akan memberikan toleransi sekecil apapun untuk meloloskan kendaraan yang secara teknis, berdasarkan hasil pengecekan petugas uji dinilai tidak laik jalan.

Sebagai solusinya, pihaknya akan menyarankan kepada pemilik kendaraan yang bersangkutan untuk memperbaiki komponen yang rusak, sesuai petunjuk petugas uji.

Selanjutnya, ketika sudah dilakukan perbaikan, petugas uji akan kembali melakukan pengecekan terhadap komponen itu, hingga hasilnya berfungsi dengan baik dan memenuhi syarat laik kendaraan.

“Barulah setelah itu, kami terbitkan surat keterangan lulus uji, yang dicatat dalam Buku Kir,” ungkapnya.

Disampaikan Sule, uji Kir sekarang sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab kenyamanan dan keselamatan masyarakat atau pengguna kendaraan umum, sangat bergantung pada tingkai kelaikan jalan kendaraan yang ditumpanginya.

“Sehingga pada akhirnya dapat menekan angka korban meninggal sia-sia akibat kecelakaan lalu lintas, yang disebabkan angkutan yang tidak laik jalan,” pungkasnya. (ign)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.