Banyak yang Terlilit Rentenir

Banyak yang Terlilit Rentenir

NET/ILUSTRASI TERLILIT: Bingung mencari modal dan kebutuhan rumah tangga, kian banyak yang terlilit rentenir.(HERI PURNAMA/SUMEKS)

PEWARTA: HERI PURNAMA/SUMEKS

Terutama Pedagang Kecil dan IRT

WADO – Sejumlah pedagang kecil terutama di daerah, mengakui modal yang mereka gulirkan bergantung pada modal pinjaman yang didapat dari rentenir. Ketergantungan terhadap pinjaman rentenir, tak hanya membelit para pedagang kecil. Namun kini, ternyata membelit juga pada kaum Ibu Rumah Tangga (IRT).

Meski tak ada data resmi, namun kini sangat banyak pedagang kecil dan IRT yang kadang tergiur dengan pinjaman rentenir meski dengan bunga tinggi. Hal tersebut, guna mempertahankan keberlangsungan dagangnya.

“Kalau tidak pinjam dari rentenir kita juga sulit untuk nyari modal dagang,” ujar salah seorang pedagang warung kecil di Desa Sukajadi Kecamatan Wado, kemarin (26/9).

Pedagang atau IRT, lebih memilih pinjam uang ke rentenir karena dipandang lebih mudah dan praktis. Sebab tanpa agunan atau persyaratan apapun, pinjaman bisa cepat cair.

“Kadangkala kan kita hanya butuh Rp 200 ribu saja dikasih. Jadi kalau ada perlu dadakan tidak ribet urus-urus persyaratan,” ujar salah satu pedagang kecil asal Wado.

Bunga yang tinggi, memang tidak membuat pedagang berpikir lanjut untuk meminjam pada rentenir. Semua itu, tidak menjadi kendala karena desakan kebutuhan.

“Yang penting bagaimana kami bisa mudah mendapatkan pinjaman. Saya saja pinjam Rp 500 ribu bisa cair saat itu. Tidak diminta jaminan lagi,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, meminjam di rentenir dinilai banyak kemudahan selain tanpa jaminan juga bisa memilih lama waktu cicilan. Dibanding meminjam ke bank konvensional yang harus melalui prosuder yang berbelit.

“Kalau ke renternir ada yang bisa (nyicil) harian, ada yang mingguan ada juga yang bulanan. Tergantung kita mampunya,” katanya.

Saat ini, pedagang dan kaum IRT, meminjam ke rentenir hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Dari sejumlah keterangan, dicontohkan jika meminjam Rp 1 juta dari rentenir, maka peminjam dibebankan tagihan Rp 50.000 perhari selama 25 hari.

Tak hanya di Wado di wilayah Kecamatan Darmaraja juga jasa bank keliling masih jadi andalan para pelaku usaha kecil dan IRT, meski terkadang hal itu berujung kepada konflik rumah tangga.

Kepala Desa Tarunajaya Eman Sulaeman menyebutkan, cara seperti itu memang tidak baik untuk dilakukan. Sebab, akan berdampak buruk terhadap ekonomi bahkan bisa mengakibatkan usaha yang dijalani gulung tikar.

“Mungkin prosesnya memang mudah kalau menggunakan jasa rentenir, tapi bunganya cukup tinggi. Takutnya tidak sesuai dengan penghasilan yang didapat dari usahanya itu,” kata dia (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.