Banyaknya Aturan Hambat Ekonomi Warga Terdampak

Peliput/Editor: HERI PURNAMA/SUMEKS

Banyaknya Aturan Hambat Ekonomi Warga Terdampak

DOK. PLANG LARANGAN: Sebuah plang larangan menggunakan pesisir Waduk Jatigede dikeluhkan warga sehingga sulit untuk mengembangkan ekonomi.(HERI PURNAMA/SUMEKS)

SUMEDANG – Banyaknya aturan yang melarang warga untuk beraktivitas di Waduk Jatigede dan pesisirnya, berdampak kepada ragunya warga untuk mengembangkan kreatifitasnya di wilayah waduk .

Seperti di salah satu lokasi di Kecamatan Darmaraja Dusun Cisema Desa Paku Alam. Lokasi ini, berpotensi jadi pusat wisata Waduk Jatigede. Letak strategis Desa Paku Alam khususnya Dusun Cisema, merupakan harta yang berharga bagi warganya untuk bisa mengembangkan perekonomian masyarakatnya, yang saat ini masih lemah.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Paku Alam Wahyudin mengatakan, aset penting yang bisa mendongkrak perekonomian masyarakatnya, yaitu pesisir waduk yang tidak tergenang.

Dalam hal ini, selain dari pemanfaatan tanah untuk bercocok tanam dan berdagang, masyarakat juga punya peluang yang lebih untuk aktivitas lainnya. Hanya saja masih adanya keraguan warga untuk membesarkan hal itu, karena banyaknya aturan yang tidak berpihak kepada masyarakat.

“Tanpa adanya intruksi dari pemerintah memang akan lambat perkembangannya, meskipun masyarakat sebenarnya mampu menggeliatkan wisata itu,” ucapnya, kemarin (9/8).

Dia menyebutkan, di satu sisi pemerintah selalu mengimbu warga terdampak waduk untuk keratif. Namun di sis lain, warga dilarang untuk melakukan aktivitas di waduk dan pesisir tersebut. Tentu saja, hal itu mengganggu kenyamanan warga untuk berusaha mencari nafkah dan pulihnya ekonomi masyarakat akan semakin lambat.

“Katanya kita harus kreatif, tapi kenapa kita selalu di halang-halangi,” tuturnya. (eri)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js