oleh

Batudua Bersolek Jelang Even Paralayang Dunia

CISITU – Batudua yang yang kini namanya mulai terkenal sebagai destinasi wisata dirgantara, pada 22-28 Oktober 2019, nanti akan kembali menjadi salahsatu venue olahraga paralayang dalam kejuaraan bertajuk West Java Paragliding World Championship 2019.

Ketenaran Batudua sebagai salahsatu wahana wisata olahraga (sport tourism) terbaik di indonesia, tidak lepas dari perhelatan even Pra Piala Dunia XC (cross country) Paragliding 2013 dan PON XIX Jawa Barat untuk cabang olahraga Paralayang Tahun 2016.

Selain titik lepas landas (take off) yang sangat layak dan ideal bagi olahraga paralayang, beberapa titik thermal (panas uap bumi) yangada di Batudua  sangat memungkinkan atlet paralayang terbang lebih tinggi hingga mencapai ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Selain bisa terbang lebih lama di udara, hembusan anginnya pun mampu membuat atlet bisa melakukan berbagai manuver di udara.

Keunggulan lainnya yang ditawarkan Batudua adalah pemandangan alamnya yang eksotis yakni panorama Waduk Jatigede dan dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya seperti halnya melihat Rajaampat di Papua. Kawasan yang berada di ketinggian 930 mdpl berpotensi untuk menggiring penikmat paralayang di seluruh pelosok dunia untuk mencoba sensasi keindahan yang disuguhkan oleh wilayah yang dekat sekali dengan salah satu bendungan terbesar di Indonesia ini.

Batudua sendiri adalah dataran tinggi di kawasan Gunung Lingga, Desa Linggajaya Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang. Jaraknya hanya sekitar 4 kilometer dari Jalan Sumedang-Garut dan juga kurang lebih 26 Kilometer dari pusat Kota Sumedang. Batudua juga tidak jauh dari situs sejarah salah satu Raja Sumedang Larang yaitu petilasan Prabu Tajimalela yang hidup di sekitar abad ke 7 M (712 – 778 M).

Akan digelarnya even West Java Paragliding World Championship 2019 menjadi kesempatan bagi pemerintah dan warga setempat untuk membuka lahan usaha yang mampu mendongkrak perekonomian. “Adanya event dunia ini diharapkan mampu memberikan efek yang positif terkhusus bagi warga Linggajaya, diantaranya dengan membuka warung jajanan dan juga dari berbagai sektor jasa,” ujar Agus Wawan Kepala Desa Linggajaya ketika ditemui di lokasi, Rabu (16/10).

Oleh karena itu, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut para pengunjung yang datang ke Batudua. “Bekerja sama dengan Bumdes kami sudah mempersiapkan mulai dari keamanan sampai kebersihan, termasuk memasang umbul-umbul di lokasi,” ujarnya.

Untuk menyemarakkan acara, ia juga telah menyiapkan berbagai macam hiburan untuk para pengunjung  berupa seni tradisional dari berbagai daerah di Kabupaten Sumedang, “Kita juga ingin mengenalkan seni tradisi yang ada kepada para atlet dan ofisialnya yang notabene dari mancanegara. Semoga mereka turut terhibur,” ungkapnya.

Ditemui di tempat yang sama, Camat Cisitu Arry Kusnadi mengatakan, Pemerintah Kecamatan Cisitu mendukung  sepenuhnya apa yang menjadi proyek besar Pemda Kabupaten Sumedang tersebut. “Demi lancarnya kegiatan, kami banyak berkordinasi dengan Bumdes serta pengurus Desa Linggajaya,” tuturnya.

Lanjut Camat Cisitu, dirinya mendorong semua warga agar dapat memberikan sambutan terbaik untuk seluruh peserta even.  “Walaupun dengan keterbatasan kami, namun kami tetap bersikeras dan antusias mendukung acara serta merasa punya tanggung jawab terhadap kesuksesan acara,” ujarnya. (rls/hms)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed