Bayi Dibuang di Pesantren

Peliput/Editor: IMAN NURMAN/SUMEKS

Bayi Dibuang di Pesantren

GENDONG BAYI: Kapolsek Tanjungsari Kompol K Wibisono menggendong bayi mungil yang dibuang ibu kandungnya di Desa/Kecamatan Sukasari, kemarin. (insert) Pembuang bayi yang diduga ibunya menyeratkan surat.

Tinggalkan Surat Wasiat

SUKASARI – Bayi mungil yang belum memiliki nama, dibuang ibu kandungnya di Dusun Cibogo Desa/Kecamatan Sukasari, Selasa (19/12) malam. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu, pertama kali ditemukan Elah, 45, warga setempat di depan sebuah pondok pesantren dibungkus kardus.

Awalnya, dia mendengar suara tangisan bayi. “Ketika dilihat sumber suara itu, bayi dibuang di kardus lengkap dengan pakaian dan sepucuk surat. Saya kaget kemudian melaporkan ke kadus dan polisi,” kata Elah kepada Sumeks, kemarin (20/12).

Menurut Elah, bayi ini ditemukan dalam keadaan sehat dan tidak ada tanda-tanda mengkhawatirkan. Bahkan bayi malang itu terlihat lucu.

“Dalam surat wasiatnya disebutkan orang tuanya menitipkan anaknya ke sebuah pondok pesantren. Dalam pesannya, dia meminta warga atau siapa saja yang menemukan bayinya untuk merawatnya. Penulis yang diduga ibu kandungnya itu mengaku tidak memiliki biaya untuk merawat bayinya,” tuturnya.

Dalam surat itu, ibu kandungnya mengaku salah dan meminta maaf kepada warga dan penemu bayi itu dikemudian hari.

Sementara itu Kapolsek Tanjungsari Kompol K Wibisono mengatakan, bayi itu dalam penanganan bidan desa setempat. Sementara ini, polisi masih menyelidiki keberadaan orang tua bayi mungil itu. Dan berharap ada orang tua yang bisa mengurus bayinya.

“Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, bayi itu dirawat oleh bidan desa setempat. Sambil kami terus memantau di lapangan untuk mengendus keberadaan orang tuanya. Benar di dalam kardus itu ditemukan sepucuk surat diduga ditulis oleh orang tuanya,” tandasnya. (imn)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.