Bayi Tanpa Tempurung Kepala

Bayi Tanpa Tempurung Kepala

BAYI MALANG: Bayi mungil yang terlahir tanpa tempurung kepala, saat masih berada di Puskesmas Wado.(ISTIMEWA)

PEWARTA: HERI PURNAMA/IGUN/SUMEKS

*Keluarga Menolak Dibawa ke RSU

WADO – Malang nian nasib seorang bayi, warga Dusun Cilengkrang, Kecamatan Jatinunggal. Bayi yang lahir pada Sabtu, 9 Februari lalu itu, terlahir tanpa memiliki tempurung kepala.

Kepala Puskesmas Wado, Acid Sobana, membenarkan adanya informasi bayi yang lahir tanpa tempurung kepala tersebut. Dugaan sementara hal itu terjadi lantaran ibu bayi saat hamil mengonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter.

”Sementara analisa kami, karena pengaruh obat-obatan,” kata Acid saat dikonfirmasi Sumeks, kemarin (10/2).

Meski demikian pihaknya masih belum dapat memastikannya, dan menunggu hasil dari penelitian melalui Audit Maternal Perinatal (AMP). Hal itu agar ada kejelasan terkait apa yang mempengaruhi hal itu.

”Kita sedang lakukan AMP dulu, jadi dugaan karena faktor obat-obatan itu masih belum pasti,” imbuhnya.

Karena sebut Acid, selain factor obat-obatan, penyebab lain bayi tanpa tempurung kepala bisa disebabkan karena pengaruh virus kucing.

”Bisa saja, saat sedang hamilnya. Orang tersebut memakan makanan yang sudah dimakan atau sisa kucing,” jelasnya.

Bayi yang lahir dengan berat 310 gram itu, atas permintaan keluarga tidak dirujuk ke RSU Kabupaten Sumedang.

“Pihak keluarga lebih memilih membawanya pulang ke rumah. Bayinya saat ini sudah dibawa pulang, dan keluarganya menolak untuk dirujuk ke RSU,” kata dia.

Belum diketahui penyebab keluarga enggan untuk membawa bayinya berobat ke RSU Sumedang.

Menanggapi terkait hal ini, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengaku terkejut, dan pihaknya segera akan melakukan pengecekan untuk segera dapat menanganinya.

”Saya cek dulu ke kepala puskesmas, supaya segera dapat ditangani. Kasihan,” ungkapnya.

Sementara terkait adanya keengganan, pihak keluarga untuk membawa bayinya berobat ke RSU Sumedang, dikatakan Dony pihaknya telah meminta pihak Dinas Kesehatan untuk melakukan pendekatan.

”Barusan saya sudah berkirim WA (WhatsApp) ke Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumedang, supaya ada pendekatan pada keluarganya. Agar segera dapat ditangani,” tambahnya. (eri/ign)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.