oleh

Belajar Daring Harus Menyenangkan

Anak Jangan Ditekan dalam Pembelajaran

SUMEDANGEKSPRES.COM – Masa pandemi Covid-19, membawa perubahan besar di dunia pendidikan. Yakni dalam proses belajar mengajar yang dituntut tetap berjalan meski secara dalam jaringan (daring atau online).

Namun demikian, proses KBM daring ini, harus membuat siswa aman dan nyaman dalam belajar. Tidak sebaliknya, orangtua terlalu menekan anak dalam pengerjaan LKS atau penugasan dari guru.

“Jika anak tidak mampu memecahkan soal LKS, orangtua jangan terlalu menekan anak. Sebaiknya, orangtua juga melakukan konsultasi dengan guru atau wali kelas,” ujar Kepala SDN Sindang 4 Sumedang Tatang Suryana SPd ketika ditemui Sumeks di ruangan kerjanya, kemarin (29/7).

Jika tertekan, kata dia, justru nantinya anak akan trauma ketika mendengar tugas LKS. “Di sini memang membutuhkan kerja sama antara orang tua dan guru,” ujar Tatang.

Sebab itu, selama proses belajar daring ini, pihaknya pun menjadwalkan guru atau wali kelas melakukan home visit ke rumah-rumah siswa. “Prosesnya, guru datang ke rumah siswa sesuai dengan protokol kesehatan. Begitupun orang tua tidak boleh membuat kelompok belajar. Kecuali adik kakak yang satu rumah. Dan, orangtua menerima guru secara dinas, tidak lebih,” tegas Tatang.

Dalam menerapkan pembelajaran tahun 2020/2021, pihaknya melaksanakan KBM sesuai perintah atasan dalam hal ini kepala dinas pendidikan terkait tujuh metode pembelajaran. Yakni, Belajar virtual, pembelajaran tematik berbasi proyek, pengajaran melalui modul/LKS, home visite, melalui televisi Radia, grup media sosial dan penugasan berkala dan berstruktur.

Sementara itu, untuk tahun ajaran baru tahun ini, pihaknya membuka kuota sebanyak 52 siswa untuk dua kelas. Sedangkan lulusan siswa tahun ini sebanyak 52 orang. “Kelas enam semua lulus dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi baik SMP, MTs maupun pesantren,” ujar Tatang. (ahm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed