Selasa, 4 Agustus 2020

Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

Belum Ada Izin, Gojek Beroperasi

SUMEDANG – Meskipun Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang mengaku belum mengeluarkan izin angkutan Online Gojek, namun sudah mulai banyak pengemudi gojek yang beroperasi di wilayah Sumedang. Pantauan di lapangan, per tanggal 1 Agustus Gojek sudah mulai beroperasi. Menurut pengalaman beberapa konsumen yang menggunakan, gojek terbilang cepat dan murah.

“Saya pertamanya coba-coba buka aplikasinya, karena kalau di Bandung kan sudah sering pake gojek. Pas dibuka ternyata ada, dan kata pengemudinya ini adalah penumpang pertama saya,” ujar salah seorang pengguna layanan gojek Andre, kemarin (1/8).

Andre mengaku, keuntungan layanan gojek diantara cepat, tarifnya relatif murah. Dia mencontohkan, dari daerah Barak Lingkungan Parigi hingga ke Graha Insun Medal (GIM), tarifnya hanya Rp 4.000. Beda selisih Rp 1.000 dengan angkutan umum. Dan hal itu, menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa konsumen.

“Cepat dan murah itu sih sebenarnya kelebihannya. tarif di dalam kota berkisar rata-rata 5.000,” sebutnya. Sementara itu salah seorang pengemudi gojek Lingga, 24, dirinya merupakan salah satu pengemudi yang mendaftar gojek ketika ada pembukaan di GIM beberapa waktu lalu. Namun saat ini, operasinya masih belum terbuka, karena masih ada beberapa pengemudi yang tidak memakai atribut seperti helm dan jaket untuk alasan keamanan. Sebab masih takut terjadi gesekan dengan ojek pangkalan atau angkot.

“Belum pake atribut, karena dari pihak manajemen sendiri menyarankan untuk cari aman dulu, takutnya ada gesekan dengan angkutan lain,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Perhubungan sejauh ini belum pernah mengeluarkan izin terkait gojek. Meskipun beberapa waktu lalu ada pendaftaran untuk peserta gojek hingga terdaftar puluhan anggota.

Kabid Angkutan Pada Dinas Perhubungan Aep Saepudin ketika dikonfirmasi mengakui kalau pihaknya bahkan tidak mengetahui di Sumedang ada pendaftaran peserta gojek.

“Terus terang saya tidak tahu ada proses pendaftaran peserta gojek di Sumedang, karena memang pihak dishub sendiri tak pernah memberikan izin. Jangankan izin, koordinasi untuk penerimaan peserta saja tak ada,” terang Aep.

Dikatakannya, sejauh ini memang belum ada peraturan perundangan-undangan yang mengatur tentang gojek tersebut. Sehingga untuk di Kabupaten Sumedang mana bisa ada gojek sepanjang peraturannya belum ada. Namun untuk beberapa kota dengan katagori kota metropolitan, memang ada aturannya tentang gojek, sementara Sumedang sendiri bukan kota metropolitan.

“Untuk beberapa kecamatan di Sumedang seperti Jatinangor, Tanjungsari dan Cimanggung memang masuk dalam kawasan metropolitan area Bandung, dan bisa dilakukan kendaraan online namun untuk roda empat bukan roda dua. Itupun prosesnya masih belum tuntas,” terangnya. (her)