Belum Ada Izin, Sudah Dipasarkan

Belum Ada Izin, Sudah Dipasarkan

SUDAH KELUAR: Seremonial peletakkan batu pertama apartemen Louvin. (inset) Izin mendirikan bangunan apartement Louvin di Dusun Caringin Desa Sayang Kecamatan Jatinangor sudah mengantongi izin pada Agustus 2018. Namun apartemen itu sudah diperjualbelikan pada November 2017.(ISTIMEWA)

PEWARTA: IMAN NURMAN/IGUN/SUMEKS

*Pager Djati: Sangat Ironis

JATINANGOR – Dugaan penyimpangan proses pembangunan apartemen Louvin yang berlokasi di Dusun Caringin Desa Sayang Kecamatan Jatinangor terus bermunculan. Belum lengkapnya izin Amdal, sekarang apartemen berkonsep pendidikan dan alam itu sudah dijual belikan.

Dikatakan Ketua Presidium LSM Perkumpulan Aktivis Gerakan Djatinangor (Pager Djati), Dadan Ramdan bahwa meski belum mengantongi izin Amdal dan IMB namun apartemen bertower 3 itu sudah dipasarkan.

”Sangat ironis, izin juga belum kelar, namun sejak November 2017 apartemen itu sudah dipasarkan. Ini jelas menyalahi aturan. Ada apa dibalik proses pembangunan apartemen itu,” kata Dadan kepada Sumeks, kemarin.

Menurut Dadan, proses ground breaking (peletakan batu pertama) pun digelar Desember 2017. Sementara izin IMB keluar pada Agustus 2018. Itu juga, lanjut Dadan tidak disosialisasikan kepada masyarakat. Baru setelah ramai diberitakan di media, IMB keluar.

”Terlepas dari masalah kompensasi dengan warga atau izin tetangga sudah beres, tapi prosedurnya gimana? Kata BPMPT sudah bayar pajak, kan IMB nya juga belum. Ibaratnya, beli motor belum ada surat-surat tapi sudah bayar pajak kendaraan,” katanya.

Dilansir dari laman resmi PP Properti Beyond Space disebutkan, Louvin terdiri dari tiga tower dan saat ini yang dipasarkan tower pertama. Louvin terdiri dari tipe studio, 1br, 2br dan tipe double key.

Kepada wartawan Supervisor Property Consultant PP Properti, Riki Rifani mengatakan, Louvin berdiri di atas tanah sekitar 1,2 hektar dengan konsep ’Premium Student’ dan memiliki tiga tower.

Di mana saat ini sudah dilakukan Soft Launching untuk tower satu dengan kapasitas berjumlah 30 lantai sejak Desember 2017. Namun yang dipasarkan berjumlah 25 lantai, total 714 unit for sale untuk tower satu.

Louvin sendiri telah bekerjasama dengan BNN sebagai pelopor satu-satunya apartement di Jatinangor yang Anti Narkoba.

”Louvin sangat nyaman dan para orang tua tak akan khawatir terhadap putra-putrinya tinggal di apartement ini karna Louvin sendiri sudah bekerjasama dengan BNN sebagai pelopor satu- satunya apartement anti narkoba di Bandung Raya,” jelasnya.

Dari Total 714 unit apartement di tower pertama yang dipasarkan sejak November 2017 sekitar 40 persennya telah habis terjual. Pihak PT.PP Properti Tbk. Menyampaikan bahwa hal ini merupakan pencapaian yang baik sehingga PP Properti terus berkomitment untuk menjaga kepercayaan konsumen.

”Proses kontruksi segera dilaksanakan dan Louvin akan pasti dibangun,jadi konsumen tidak perlu khawatir terhadap pembangunan Louvin apartment,” tandasnya. (imn/ign)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.