oleh

Belum Penuhi Kuota, Masih Butuh Relawan Vaksin Covid-19

Pemprov Ajak Lagi Masyarakat Berusia 20-59 Tahun

SUMEDANGEKSPRES.COM,Bandung Jumlah relawan vaksin Covid-19 saat ini sudah mencapai 500 pendaftar. Karenanya, guna memenuhi kuota relawan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengajak masyarakat yang berusia 20-59 tahun untuk menjadi relawan pengetesan vaksin. Demikian disampaikan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Senin (3/8).

“Vaksin kita sudah ada pendaftar sekitar 500-an, kita butuh 1.100 lagi. Kami mengimbau kepada mereka yang usianya cukup minimal 20 tahun sampai maksimal 59 tahun untuk ikut jadi relawan,” ucap Emil, sapaan akrabnya Ridwan Kamil.

Diakui Emil, pihaknya bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) tengah merumuskan jika tidak ada halangan dari unsur pribadi maka akan menjadi relawan untuk pengetesan vaksin. “Sehingga kalau pimpinannya melakukan itu insya Allah rakyatnya juga akan meyakini proses vaksin ini berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Kendati demikian, Emil menyebut, jika pengetesan vaksin membutuhkan proses yang panjang. Dirinya memprediksi, pengetesan vaksin ini akan berlangsung hingga akhir 2020. “Jadi kalau lancar, Allah berikan kemudahan, barulah Januari 2021 kita bisa melakukan yang namanya pemberian vaksin kesuluruh warga Jabar,” tandasnya.

Sebelumnya, Komite Etik Penelitian Universitas Padjajaran sudah memberikan persetujuan terkait pelaksanaan uji klinis vaksin Covid-19 tahap 3. Dengan demikian, tim riset uji klinis vaksin Covid-19 Unpad sudah membuka pendaftaran peserta terhitung Senin (27/7) lalu.

Pendaftaran peserta uji klinis dibuka hingga 31 Agustus 2020. Pendaftaran bisa dilakukan dengan menghubungi Unit Riset Klinis Departemen Ilmu Kesehatan Anak Lantai 1 RSUP Hasan Sadikin Bandung di telepon 022-2034471 atau whatsapp 08112214235. “Benar, (Komite Etik) sudah (menyetujui),” ujar Ketua tim riset uji klinis vaksin Covid-19 Unpad Prof. Dr. Kusnandi Rusmil.

Prof. Kusnandi menjelaskan, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi calon peserta uji klinis. Pertama, calon peserta merupakan orang dewasa berusia antara 18-59 tahun yang dinyatakan sehat, serta senantiasa mematuhi protokol kesehatan dan melakukan pembatasan fisik maupun sosial selama wabah pandemi Covid-19 berlangsung.

Disamping itu, calon peserta juga dinyatakan tidak memiliki riwayat terinfeksi Corona. Untuk itu, sebelum menjadi relawan mereka akan menjalani swab test scara gratis. “Calon peserta akan dilakukan tes terhadap apus tenggorokan (swab test) dan rapid test untuk mengetahui apakah ada kemungkinan sedang atau pernah terinfeksi Covid-19,” jelasnya.

Sehat tidaknya kondisi calon peserta dibuktikan dengan tidak mengalami penyakit ringan, sedang, atau berat, tidak memiliki riwayat penyakit asma dan alergi terhadap vaksin, hingga tidak memiliki kelainan atau penyakit kronis seperti gangguan jantung, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, diabetes, penyakit ginjal dan hati, tumor, epilepsi atau penyakit gangguan syaraf lainnya.

Lebih lanjut Prof. Kusnandi menjelaskan, calon peserta tidak memiliki kelainan darah atau riwayat pembekuan darah, tidak memiliki penyakit infeksi lain dan demam, serta tidak memiliki riwayat penyakit gangguan sistem imun. Suhu tubuh calon pendaftar juga tidak boleh melebihi 37,5 derajat Celcius.

Selanjutnya, calon peserta bukan merupakan wanita hamil atau berencana hamil selama periode penelitian, serta tidak sedang menyusui. Calon peserta juga tidak sedang ikut atau akan diikutsertakan dalam uji klinis lain. “Peserta tidak mendapat imunisasi apa pun dalam waktu 1 bulan ke belakang atau akan menerima vaksin lain dalam 1 bulan ke depan,” tutur Prof. Kusnandi.

Calon peserta berdomisili di Kota Bandung dan tidak berencana pindah dari lokasi penelitian sebelum penelitian selesai dilaksanakan. Prof. Kusnandi menegaskan, dalam 14 hari sebelum dimulainya penelitian, peserta tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien terinfeksi Coronavirus, tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien yang menunjukkan demam atau gejala sakit saluran pernapasan yang berdomisili di daerah atau komunitas yang terdampak Covid-19, serta tidak memiliki dua atau lebih kasus demam dan/atau gejala saluran pernapasan di daerah dengan lingkup kecil, seperti rumah, kantor, dan sekolah.

Sebanyak 1.620 relawan dibutuhkan dalam proses uji klinis vaksin. Namun, tidak semua peserta akan disuntikkan vaksin. Sebanyak 540 orang akan disuntikkan vaksin, sedangkan sisanya akan mendapat cairan plasebo. Penentuan pemberian vaksin atau plasebo akan dilakukan secara acak. “Bagi yang menerima plasebo akan mendapatkan vaksin Covid-19 setelah vaksin didaftarkan,” jelas Prof. Kusnandi.

Kesehatan peserta dipastikan tetap dipantau oleh petugas penelitian secara teratur selama jalannya penelitian, atau sekitar 6 bulan setelah pemberian vaksin terakhir. Prof. Kusnandi memastikan, seluruh peserta dilindungi asuransi kesehatan. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

5 komentar