oleh

Bencana di Sumedang Pengaruhi Keberlangsungan Pendidikan

Siswa Terganggu Rusaknya Akses Menuju Sekolah

Selama musim hujan berlangsung, telah terjadi bencana di sejumlah titik Kabupaten Sumdang. Dampaknya, pun banyak dirasakan. Termasuk berpengaruh pada keberlangsungan pendidikan siswa terdampak bencana.

ASEP HERDIANA, Kota

SERANGKAIAN kejadian bencana, menimpa di sejumlah wilayah Sumedang. Akibatnya, banyak dampak yang dirasakan.
Selain banyak merusak pemukiman, memutus akses hingga menghambat perekonomian. Bencana juga sedikit berpengaruh pada keberlangsungan pendidikan. Dampak yang dirasakan dari serangakaian bencana tersebut, di antaranya terkendalanya akses ke lingkungan sekolah dan adanya penurunan psikis anak didik.

Seperti halnya disampaikan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar.
Dia mencontohkan, seperti bencana yang terjadi di Cimanintin Jatinunggal beberapa waktu lalu. Hal itu, membuat sejumlah siswa sekolah baik SD maupun SMP, sempat tidak maksimal mengikuti keberlangsungan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Namun demikian, dinas pendidikan sangat memaklumi dan memberikan kebijakan untuk melonggarkan KBM.

“Tapi kita sudah optimalkan, agar siswa sekolah tetap bisa fokus dan bisa mengikuti keberlangsungan pendidikannya. Bahkan kita sudah berikan prioritas pada mereka (siswa terdampak bencana) untuk memenuhi kebutuhannya,” ungkap Eka Ganjar, belum lama ini.

Eka menambahkan, pada umumnya siswa terdampak bencana, selain membutuhkan peralatan sekolah yang terpenting adalah memulihkan psikis anak-anak. Apalagi ada sejumlah siswa, yang harus mengungsi jauh dari tempat semula. Sehingga untuk berangkat ke sekolah, mereka berjarak sangat jauh.

“Untuk penanganan psikis, kita sudah turunkan tim langsung. Ini penting karena kita hawatir anak mengalami trauma,” ujarnya.
Eka menyebutkan, masih berkaitan dampak di Cimanintin, gangguan terhadap keberlangsungan pendidikan paling hanya dirasakan seminggu. Setelah itu, keberlangsungan pendidikan kembali normal.

Lebih lanjut, Eka menggambarkan, rangkaian bencana longsor di wilayah Surian, diakui agak sedikit mengganggu pada mobilitas pendidikan. Sebab, dengan terputusnya akses jalan di sejumlah titik, menghambat mobilitas anak sekolah.

“Kalau akses jalannya terganggu, ya pastilah mobilitas juga terganggu. Tapi tidak mengganggu secara keseluruhan pada aktivitas pendidikan. Di sini kita hanya menyarankan agar akses ke sekolah dipermudah,” ucapnya.

Disebutkannya, meski di sejumlah wilayah di Sumedang dilanda bencana seperti longsor, tanah retak, banjir, puting beliung dan lainnya. Namun setelah melakukan pendataan, dinyatakan tidak ada insfrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan. Sehingga dinas pendidikan, menjamin keberlangsungan pendidikan akan berjalan aman.

“Alhamdulillah ya, untuk insfrastruktur sekolah tidak ada yang rusak. Kita jamin proses pendidikan berjalan lancar,” tukasnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed