oleh

Bendung Hoax, Polres Ajak Pengguna Medsos Ngopi Bareng

BENTUK KOMUNITAS CYBER

KOTA – Upaya menekan penyalahgunaan media sosial (medsos), Jajaran Polres Sumedng menggelar silaturrahmi bersama sejumlah pengguna Medsos, Sabtu (17/3) di Kampung Toga. Kegiatan digelar, menyusul maraknya penyebaran berita bohong di dunia maya, yang berdampak pada terganggunya ketentraman masyarakat.

Seperti pernah dilakukan sejumlah warga Sumedang yang kini telah diamankan kepolisian, akibat ujaran kebencian dan penyebaran hoax.

“Silaturahmi ini bertujuan sebagai upaya menjaga kondusifitas, khususnya para pengguna medsos yang saat ini sangat rentan terhadap penyalahgunaan dan penyebaran berita hoax,” kata Kapolres Sumedang AKBH Hari Brata SIK kepada wartawan di sela-sela acara ‘Coffee Break’.

Kata Hari, semua pengguna medsos berada dalam pengawasan aparat penegak hukum. “Apalagi adanya peraturan perundang undangan (ITE ) Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” tuturnya.

Sehingga, kata dia, tidak diharapkan bagi pengguna medsos melakukan kesalahan atau hal negatif yang akan merugikan pada penggunanya maupun kepada orang lain.

“Kami mengimbau, kepada para pengguna medsos untuk dapat memilah berita yang positif dan jangan percaya begitu saja dengan berita yang kurang jelas kebenarannya,” tuturnya.

Apalagi, sambung Hari, sampai menyebarkan berita kebohongan dan fitnah yang berimbas pada timbulnya gejolak di tengah-tengah masyarakat.

Di tempat sama, Ketua Komunitas YouTuber Sumedang Krisna Supriatna mengapresiasi langkah yang dilakukan Jajaran Polres Sumedang. Menurut dia, kegiatan tersebut dinilai penting dilakukan, sebagai upaya untuk merangkul para penguna medsos agar menghindari perbuatan yang dapat merugikan.

“Apa yang disampaikan pak Kapolres, menjadi catatan penting bagi kami,” katanya.
Selain itu, dunia medsos bagi Krisna dan teman-temannya, bukan hanya sekedar untuk mencari uang. Namun, menyampaikan informasi positif dalam mengangkat seni budaya Sumedang agar dapat ditonton orang banyak.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sumedang Dodi Partawijaya SPdi, ikut mengapresiasi hal tersebut. Perbuatan hoax, sangat tidak mendidik dan merusak nalar. Karena dengan seringnya orang melakukan hoax, sama saja dengan fitnah dan kebohongan semata.

“Sebagaimana hadist tentang orang munafik yang selalu berbicara tanpa fakta yang jelas. Cenderung lebih mengada ngada,” ujar Dodi.

Dodi menuturkan, apalagi fenomena di zaman milenia seperti ini, kebutuhan medsos bermain gadget di dunia anak muda khususnya, sangatlah melekat dan tidak terpisahkan. Artinya, kata dia, komunitas-komunitas penggiat medsos harus bersama-sama melawan dan perangi perilaku menyimpang.

“Seperti kebiasaan melakukan hoax, karena akan merusak nalar logika yang tidak jelas,” tandasnya.
Dikatakan Dodi, dirinya pribadi sangat mengapresiasi kepada Polres Sumedang yang telah membentuk Komunitas Cyber Community Sumedang. Pihaknya sebagai persyarikatan atau ormas Islam maupun guru sekalipun, bisa lebih bijaksana dan arif menggunakan kaidah kaidah medsos yang mendidik.

Dodi berharap, dengan adanya pelopor Komunitas Cyber Sumedang bisa membawa fenomena pengguna medsos lebih baik dan bermanfaat.
“Adanya Komunitas Cyber yang bekerjasama dengan Polres Sumedang diharapkan ada kajian rutin bulanan atau mungkin roadshow ke lembaga atau sekolah sekolah untuk sosialisasi terkait hoax. Lebih jauhnya penjelasan UU ITE oleh para penegak hukum,” tukasnya.

Tujuan akhirnya, kata Dodi, agar masyarakat pada umumnya bisa lebih peka dan menjadi refleksi pribadi dalam menggunakan medsos. “Mereka harus faham manfaat atau bahaya dalam menggunakan medsos,” pungkasnya. (nur/atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed