Berikutnya, Tempat Karaoke Jadi Target Satpol PP

Berikutnya, Tempat Karaoke Jadi Target Satpol PP

RAZIA: Polisi Pamong Praja bersama Polisi saat menggelar razia tempat hiburan malam, belum lama ini. Dalam waktu dekat Satpol PP Kabupaten Sumedang akan merazia hiburan malam dan kos-kosan. (NET/ILUSTRASI)

PEWARTA: sobar bahtiar/usep adhiwihanda

KOTA – Upaya menekan angka prostitusi di Kabupaten Sumedang, Satpol PP Kabupaten Sumedang akan lebih meningkatkan pemantauan dan patroli ke sejumlah hiburan malam. Tak hanya Karaoke dan tempat nongkrong, kos-kosan juga jadi target Pol PP.

Meskisudah melakukan segala upaya untuk mencegah segala kegiatan amoral yang ada di wilayah hukumnya, namun aksi penyakit masyarakat itu tetap terjadi.

Kasatpol PP Kabupaten Sumedang, Asep Sudrajat membenarkan, jika saat ini tempat hiburan di Kabupaten Sumedang sudah semakin meningkat. “Memang benar, posisinya di Sumedang ini semakin hari, semakin meningkat tempat-tempat hiburannya. Bahkan sudah lebih dari tiga lokasi karoke yang ada di Sumedang,” katanya ketika dikunjungi Sumedang Ekspres, kemarin.

Dari beberapa lokasi karoke yang ada di Sumedang, beberapa waktu yang lalu Satpol PP pernah memberikan peringatan secara keras kepada dua lokasi Karaoke.

“Dari beberapa lokasi karoke ini, ada beberapa yang membandel dan kadang meresahkan warga sekitar. Misalnya, beberapa waktu yang lalu kita sudah memberikan peringatan keras kepada dua tempat karaoke, satu di Bojong dan satunya di Cimalaka. Masalahnya jam buka mereka tidak sesuai dengan perda. Mereka buka sampai subuh,” tuturnya.

Melihat kepada kasus beberapa waktu kebelakang, terkait adanya pembuangan janin yang dilakukan oleh seorang gadis belia yang dinyatakan seorang pengiring lagu (PL), turut menjadi perhatian Satpol PP Sumedang.

“Kami juga sangat menyesali dengan adanya kejadian kasus seperti itu. Karena memang, saat ini tempat hiburan malam dan kos-kosan ini kerap dijadikan tempat transaksi prostitusi. Dan salahnya lagi, PL disini itu merupakan PL panggilan. Jadi mereka selalu berpindah-pindah,” ujarnya.

Sebagai antisipasi, Kasatpol PP Asep Sudrajat, dengan tegas mengatakan akan secara rutin melakukan operasi kepada tempat hiburan malam sekaligus pendataan secara ketat terhadap kos-kosan yang ada di Sumedang.

“Kita akan secara rutin melakukan operasi terhadap tempat hiburan. Nanti PL nya akankita data, bahkan tamu perempuannya juga akan kita data. Karena di Sumedang ini banyak yang mengaku bahwa tempat itu Karoke Keluarga, maka akan kita pertegas lagi. Jika masih melanggar, ya sudah, kita cabut saja izinnya. Itu termasuk kos-kosan juga, pemilik kontrakan atau kos-kosan harus mendaftarkan para penghuni kosnya ke RT dan nanti RT melanjutkannya ke kelurahan atau desa,” ujarnya.

Asep juga khawatir, jika saat ini kos-kosan dijadikan alternatif aman untuk melakukan tindakan prostitusi. Selain itu, ia juga turut khawatir, jika para PL yang ada di Kabupaten Sumedang berprofesi ganda dengan menjadi PSK atau sebaliknya.  “PL juga, saya khawatir mereka ini berprofesi ganda. Misalnya PL merangkap menjadi PSK atau PSK merangkap menjadi PL, itu tidak menutup kemungkinan,” katanya.

Oleh karena itu, Satpol PP Sumedang akan melakukan koordinasi dengan para perangkat desa atau kelurahan untuk meningkatkan patroli keamanan. “Kita akan lakukan koordinasi dengan Linmas yang ada disetiap desa dan kelurahan. Kita akan berikan surat rekomendasi untuk meningkatkan patroli diwilayah masing-masing. Kita juga akan perbanyak razia, dan bila ada yang tertangkap tangan, kita akan amankan dan kerjasama dengan dinsos untuk dilakukan pembinaan, bila perlu kita rehabilitasi saja ke Cirebon,” tandasnya. (bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.