Biaya Praktik Renang Sudah Dirapatkan

Biaya Praktik Renang Sudah Dirapatkan

MELINTAS: Seorang pengendara melintas di depan SMPN 1 Cimanggung, kemarin. FOTO: MUHAMAD IQBAL/JATEKS

Peliput/Editor: iqbal/iman nurman

CIMANGGUNG- Menanggapi keluhan orang tua siswa SMP Negeri I Cimanggung, yang mengaku keberatan dengan kebijakan praktek olahraga renang di sekolah tersebut, Kepala SMPN 1 Cimanggung, Wawan Irawan S.Pd, mengaku beum memastikan kebenarannya dengan guru bersangkutan.

“Sampai saat ini saya belum memanggil gurunya. Namun saya pastikan tidak seperti itu,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/10).
Kalaupun hal itu terjadi, kata dia, alangkah baiknya pihak orangtua langsung berkomunikasi dengan pihak sekolah. “Yang saya sayangkan kenapa gak langsung laporan ke sekolah,” ujarnya lagi.

Ia menjelaskan, kegiatan renang memang diwajibkan mengingat pelajaran tersebut merupakan bagian dari kurikulum pelajaran olahraga.
Kegiatan itu, sambungnya, dilaksanakan sebanyak enam kali dalam setahun sesuai kesepakatan di dalam rapat komite antara pihak sekolah dengan orang tua murid termasuk masalah pengenaan biayanya.

“Kalau memang sudah dirapatkan ya boleh, memang ada kurikulumnya. Kalaupun betul ya kenapa disekolahkan di sini,” terangnya seraya mengatakan akan melakukan langkah persuasif dengan orangtua murid.

Lebih lanjut, ia menambahan, kegiatan renang dinilai penting bagi siswa-siswinya, ia beralasan agar dapat memberikan pendidikan jasmani siswa-siswinya.
“Perlu pendidikan dasar renang untuk nanti diperlukan pada saat mau daftar Polisi atau tentara,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Sumedang, Dadang Rohmawan, menanggapi hal tersebut. Menurutnya, pendidikan renang memang bagus. Namun, tidak dibenarkan apabila dilakukan setengah memaksa (mewajibkan).

“Satu sisi memang bagus, memberikan pelajaran olahraga yang menyehatkan,” katanya.
Terkait pungutan, kata dia, sah-sah saja, namun ketika siswa yang tidak ikut tetap harus bayar, hal itu merupakan pemaksaan.

“Tapi kalau yang tidak ikut harus bayar itu tidak dibenarkan, itu pemaksaan,” katanya lagi.
Sebagai solusi, kata Dadang, hal tersebut mesti dirapatkan kembali demgan komite sekolah. “Paling utama harus ada persetujuan dari komite sekolah. Jangan seenaknya memungut,” tuntasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah orang tua siswa mengaku keberatan terkait keharusan siswa mengikuti praktek renang. Ikut tidak ikuti, setiap siswa harus membayar ke pihak sekolah. (iqi)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.