oleh

Bisnis di Kampus Ala Mahasiswa ; TETAP PEDE

JIWA entrepreneurship (kewiraswastaan) bisa muncul kapan saja. Termasuk, saat masih menjadi mahasiswa, karena memiliki waktu luang yang relatif banyak, dan bisa dimanfaatkan untuk berbisnis.

Ema Masrofatul Adawiyah (20), wanita yang saat ini sedang kuliah di jurusan Jurnalistik UIN Bandung, tengah menekuni beberapa bisnisnya. Seperti, berjualan pulsa dan kerudung. Dimana, berjualan pulsa dijalankannya karena salah satu bisnis yang mudah dijalankan. Modalnya juga, tidak terlalu besar.

Meski keuntungannya tidak seberapa, hampir setiap orang butuh pulsa sehingga berjualan pulsa tidak sulit untuk mencari pelanggan. Apalagi bisnis kerudung, sekarang mayoritas perempuan memakai kerudung, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa.

“Sejak pertama masuk kuliah, awalnya iseng-iseng jualan pulsa. Ternyata jualan pulsa ramai di kampus, karena banyak yang butuh. Sejak udah terjun jualan pulsa mulai mencoba hal yang baru, yaitu ikut bisnis MLM. Cuman setelah dijalanin hasilnya tidak sesuai dengan keinginan. Karena MLM itu harganya sudah dipatok, jadi keuntungan kita udah ditentukan ngga seperti saat berjualan pulsa,” tutur Ema kepada Jateks, belum lama ini.

Ema mengatakan, ia berhenti berbisnis MLM karena keuntungannya tidak bisa lebih/kurang memuaskan. Sampai akhirnya, ia pun mencari peluang lain dan kebetulan kuliah di UIN Bandung, dengan mayoritas semua mahasiswi memakai jilbab. Akhirnya, ia berinisiatif untuk berjualan kerudung.

“Setelah itu, saya mencoba menjual kerudung dan ternyata peminat dan keuntungan melebihi yang saya bayangkan. Saya mulai serius dalam bisnis ini dan tidak hanya di kampus saja, saya mencoba menawarkan ke teman-teman saya sebagai reseller untuk bisa mempromosikan barang dari saya,” jelas Ema.

Memang, banyak kendala dalam menjual kerudung. Seperti, berubah-ubahnya trend kerudung dengan begitu cepat. Sehingga jika kita tidak up to date, maka akan ketinggalan. Dan, barang yang sudah ketinggalan trend sulit untuk dijual karena sudah berganti mode lagi.

Namun hal itu tidak menjadi masalah, karena selera setiap orang pasti berbeda. Terkadang, masih ada yang suka dengan mode barang lama dan itu akan membantu habisnya stok barang lama.

Selain itu juga, Ema memiliki keinginan untuk menjahit kerudung sendiri, tanpa harus membeli kerudung yang sudah jadi/siap pakai.

“Rencananya saya ingin menjahit sendiri dan mengajak orang lain bekerja sama saya. Selain ingin memperkerjakan orang lain, keuntungannya pasti bisa lebih. Kalau untuk sekarang saya membeli kerudung langsung dari penjahitnya, dan untuk ke depannya mudah-mudahan saya bisa menjahit sendiri,” ungkapnya.

Untuk memulai bisnis, sebut Ema, jangan takut untuk memulai apapun yang disuka. Apalagi, dalam berbisnis. Kalaupun kurang percaya diri dengan hobi dalam bisnis, maka carilah teman yang bisa mendampingi. Karena dengan bisnis, tidak hanya mengahasilkan keuntungan sendiri saja. Akan tetapi, juga bisa mengajak orang lain untuk berpenghasilan dan mempermudah orang lain dalam mencari barang yang mereka inginkan (kerudung). (imas maesyaroh/mg1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed