Buahdua serta Conggeang Jadi Pilot Project

OLAH SAWAH: Petani di Kecamatan Conggeang saat mengolah sawahnya, kemarin.

Berbagai upaya, dilakukan pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Diantaranya, dengan Korporatisasi dan Digitalisasi pada para petani. Seperti yang diterapkan di Kecamatan Buahdua dan Conggeang yang menjadi pilot project di Kabupaten Sumedang. Bagaimana penerapannya. Berikut catatannya.

ATEP BIMO AS, Buahdua

PEMERINTAH, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani. Berbagai program, diterbitkan untuk memenuhi hal tersebut.

Seperti yang dikeluarkan baru-baru ini. Yakni, Program Korporatisasi dan Digitalisasi pada para petani.

Di Kabupaten Sumedang, Kecamatan Buahdua dan Conggeang menjadi dua kecamatan sebagai lokasi bagi pilot projek Korporatisasi dan Digitalisasi petani. Penetapan dua kecamatan itu didasari karena sebagian besar wilayahnya merupakan lahan pertanian.

Camat Buahdua Tono Suhartono SP MM MBA menyebutkan, pilot projek Korporatisasi dan Digitalisasi yang diorbitkan saat ini merupakan program pemerintah pusat. Program itu dialokasikan ke setiap provinsi dan kabupaten serta kecamatan.

“Tujuan dari program ini untuk mendongkrak taraf ekonomi dan kesejahtraan para petani,” ujar Tono saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

Di Provinsi Jawa Barat, ada 10 kabupaten yang akan menerapkam program ini. Setiap kabupaten ditunjuk satu atau dua kecamatan.

Dan di Sumedang, hasil penelitian Event Organiser (EO), akhirnya ditetapkan di Kecamatan Buahdua dan Conggeang sebagai pilot projek Korporatisasi dan Digitalisasi petani.

“Hal ini didasari karena kedua kecamatan ini mempunyai area pesawahan sekitar 4.000 hektar,” terangnya.

Sehingga, menurut Tono. pada Kamis (12/10) lalu digelar sosialisasi dan sekaligus pembentukan direktur, komisaris utama dan komisaris pada PT Mitra Utama Bumdes Bersama Kecamatan Buahdua dan Conggeang.

Tono mengatakan, pilot projek Korporatisasi dan Digitalisasi petani merupakan program kerjasama tiga kementrian. Yaitu, melalui unsur kementerian pertanian, kementerian desa, yang bekerjasama dengan seluruh BUMN.

Terang Tono, dibentuknya mitra Bumdes Bersama Buahdua (PT MBBB) karena sudah ada induknya di tingkat pusat yang meliputi seluruh Indonesia. Yaitu PT Mitra Bumdes Bersama Nusantara.

“PT Mitra Bumdes Nusantara ini mencakup seluruh Indonesia. Itu sudah dibentuk sebelumnya termasuk para pengurusnya. Dan ini sudah berjalan. Ya kalau dulu mah zaman KUD mungkin PT Mitra Bumdes Nusantara ini merupakan puskudnya sementara yang ada di kecamatan. KUD kalau dulu mah,” terang Tono.

Menurutnya, di Kecamatan Buahdua sendiri yang ditunjuk menjadi EO pada program ini adalah PT Telkom. Dan, PT Telkom yang mengatur serta membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan Buahdua. Termasuk, susunan pengurus dan juga AD/ART serta sarana dan prasarana kebutuhan.

“Rencananya, di PT MBBB ini akan dilakukan tiga usaha. Yaitu penyediaan sarana produksi pertanian berupa toko, simpan pinjam melalui KUT dan pengelolaan paska panen,” jelasnya.

Makanya, kata dia, dalam pertemuan pada sosialisasi yang telah dilaksanakan, hadir selain para kepala desa juga para ketua Gapoktan di masing-masing desa.

“Diharapkan dengan adanya program ini, masyarakat Kecamatan Buahdua atau para petani khususnya akan meningkat araf ekonominya,” tutupnya. (**)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.