Senin, 3 Agustus 2020

Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

Akun IG resmi Satpolpp dibanjiri kritikan netizen. screenshoot

Bubarkan Relawan, IG Satpolpp Sumedang Dibanjiri Kritikan

SUMEDANGEKSPRES.COM – Sejumlah netizen menyayangkan adanya perlakuan kurang menyenangkan terhadap sejumlah relawan yang tengah menyiapkan program bagi bagi menu sahur terhadap sejumlah duafa dan masyarakat yang membutuhkan.

Relawan yang terdiri dari 4 orang tersebut tiba-tiba dibubarkan oleh sejumlah anggota satpol pp yang berpatroli di sepanjang jalan Angkrek, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara.

Sontak, saat aksi pembubaran tersebut diunggah ke media sosial Instagram @satpolpp_sumedang pada Rabu (29/4) sekitar pukul 23.00 WIB, hingga kini dibanjiri oleh netizen yang menyayangkan dengan aksi pembubaran tersebut.

Saat dikonfirmasi terhadap salah seorang relawan yang diketahui masuk kedalam Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Abi Firman membenarkan adanya pembubaran tersebut.

“Iya, semalam kami sedang menyiapkan buat pembagian nasi bungkus untuk sahur kepada masyarakat. Tiba-tiba dibubarkan oleh satpolpp,” ujarnya kepada Sumeks, Kamis (30/4).

Abi juga menyayangkan, tindakan Satpolpp tersebut dinilainya terlalu berlebihan. Bahkan saat memasuki ruangan, diikuti oleh beberapa anggotanya seperti yang tampak dalam video yang di unggahnya.

“Kami mungkin salah, tapi mereka juga justru tidak memberi contoh. Psychal Distancing nya tidak dijaga, datang ramai-rami kan kasian juga yang punya rumah jadi kaget. Seharusnya cukup satu atau dua orang yang masuk dan sampaikan kepada kami maksud kedatanganya seperti apa. Saya rasa, kami juga bisa kooperatif kok,” terangnya.

Namun demikian, Abi memilih untuk mengabaikan apa yang telah dilakukan oleh pihak satpolpp dan tidak ingin memperpanjang masalah tersebut.

“Biarkan saja, mereka sedang menjalankan tugas. Tapi saya berharap mereka bisa mengevaluasi lagi cara penyampaiannya agar tidak ada kesan mengintimidasi. Apalagi yang dilakukan kami bukan kejahatan, dan kami juga tidak dalam kondisi bergerombol,” terangnya.

Walaupun telah diingatkan oleh petugas Satpolpp, lanjut Abi, dirinya bersama relawan lain akan tetap menjalankan misi sosialnya untuk terus berbagi kepada yang membutuhkan.

“Kami akan terus berjalan, dan kami akan lebih hati-hati lagi agar tidak disebut melanggar aturan. Yang jelas, tugas kami ialah membantu warga tidak mampu selama pandemi ini ada,” ungkapnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat pada Satpol PP Sumedang, Dadi Kusnadi turut membenarkan adanya pembubaran tersebut.

Menurutnya, langkah yang dilakukan sudah tepat karena saat ditemui, para relawan tersebut tengah berkumpul pada sebuah warung internet (warnet).

“Betul, sualnya mereka kumpulnya di warnet, bukan di sekre atau posko,” jawabnya.

Ditempat berbeda, pemilik warnet yang juga seorang relawan dan turut tergabung kedalam Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Sumedang, Lotus, membenarkan jika posko yang dibangunya merupakan warnet.

Akan tetapi, Lotus menyebutkan dirinya telah menegaskan jika warnet tersebut telah lama tutup sebelum adanya kejadian tersebut.

“Memang warnet, tapi kami sudah bilang sama petugas jika itu sudah tutup,” sebut Lotus.

Lotus juga menjelaskan, jika dalam pertemuan tersebut, tim relawan yang berkumpul berjumlah 4 orang. Bukanlah 5 orang seperti yang disebutkan didalam video tersebut.

“Kami berempat, dan kami juga memahami tentang protokol kesehatan. Semalam itu kami sedang bahas untuk persiapan sahur nanti untuk bagi-bagi nasi bungkus. Kan itu juga program pemerintah, kami mendukung itu,” tuturnya. (bay)