Buka Portal, Anton Kesetrum

Buka Portal, Anton Kesetrum

PERIKSA TKP: Beberapa anggota polisi dari jajaran Polsek Cimalaka dan unit Inafis Polres Sumedang saat memeriksa TKP di Dusun Margamukti, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, kemarin. INSERT: Beberapa anggota polisi saat memeriksa korban Anton Bin Suratman di kediamannya, kemarin.(IST)

PEWARTA: Atep Bimo/Usep Adiwihanda

**Badan Korban Gosong

CIMALAKA – Malang benar nasib Anton Bin Suratman (22), warga Dusun Margamukti, RT 03 RW 04, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka. Berniat membuka portal saat akan mengambil pasir, ia harus meregang nyawa akibat tersetrum.

Peristiwa terjadi pada hari Selasa (18/4) sekitar pukul 16.15 di Dusun Margamukti, RT 04 RW 05, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka. Kejadian berawal saat korban, Anton sekitar pukul 16.00 akan mengambil pasir digalian yang berada di wilayah Desa Licin, Kecamatan Cimalaka. Seperti diungkapkan Kapolsek Cimalaka, Kompol Ibu Setiawan melalui Panit Reskrim, Aiptu Hendrik.

“Anton hendak mengambil pasir ke galian dengan melewati Jalan Margamukti. Karena, jalan tersebut dihalang oleh portal desa kemudian korban Anton turun dari kendaraannya untuk membuka portal tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (19/4) kemarin.

Dikatakan, Anton turun dari mobil dalam keadaan hujan deras. Selain itu, kata dia, korban juga tidak menggunakan sendal. “Tanpa disadari oleh Anton pada saat membuka portal, portal itu mengenai tegangan listrik. Sehingga, korban jatuh dan meninggal dunia dalam keadaan badan gosong,” jelasnya.

Dijelaskan Hendrik, pihak kepolisian dari jajaran Polsek Cimalaka mengambil beberapa langkah. Diantaranya, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi saksi yang berada di TKP serta menghubungi ident Polres Sumedang.

Dikatakan, atas kejadian itu keluarga korban keberatan untuk dilakukan autopsi pada jasad korban. Sebutnya, keluarga korban menganggap kejadian yang menimpa korban merupakan musibah.

“Keluarga korban juga telah membuat surat pernyataan terkait kejadian itu,” tukasnya.
Terpisah, Kepala Desa Licin, Sulastiyo membenarkan adanya warga Desa Licin yang mengalami kesetrum hingga meninggal. Sebutnya, kejadian tersebut terjadi saat hujan deras sore kemarin.

Menurut Sulastiyo, sebenarnya portal yang berusaha diangkat oleh korban telah lama tidak dibuka. Portal tersebut, kata dia, sengaja dipasang agar dump truck yang mengangkut pasir tidak melintas di jalan itu.

“Namun, korban memaksa melintas di Jalan Margamukti. Dia berusaha membuka portal dengan memegang dan menaiki bandulan portal,” jelasnya.

Diduga, sambungnya, saat menaiki portal, besi bergelayutan dan bergoyang. Terangnya, besi portal mengenai kabel listrik bertegangan tinggi dan menyebabkan korban tersetrum. “Korban tersetrum dan menempel di besi portal. Hingga, korban meninggal dengan badan mengalami gosong,” jelasnya.

Sulastiyo mengatakan untuk menghundari kejadian terulang, portal besi itu kini dipindahkan ke tempat yang lebih aman. “Mudah-mudahan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi warga kami,” tandasnya. (atp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.