Bukan Jilid II, Jabatan Kadis Harusnya Prioritas

Bukan Jilid II, Jabatan Kadis Harusnya Prioritas

BERI MATERI: Direktur Himbar Buana Institute Sumedang, Junan Junaidi dalam sebuah acara. (DOK. PRIBADI JUNAN/ISTIMEWA).

PEWARTA: ASEP NURDIN

MASYARAKAT Sumedang meminta agar para pejabat yang kemarin menduduki jabatan baru, khususnya di pelayanan public untuk segera dapat bekerja. Hal itu seperti terlihat di grup Facebook Peduli Sumedang, para netizen dari Kota Tahu itu memberikan kritik membangun untuk jajaran pemerintah Kabupaten Sumedang.
”Mohon lahh … perbaiki tata kelola birokrasi sistim pergantian pejabat, (SERTIJAB hanya prosesi seremonial) … Terutama SKPD Pelayanan publik semisal Disdukcapil, jgn sampai ada jeda waktu.. #Cek tuh..!!! Penerbitan Surat2 berharga KK, AKTE dll. Yg perlu Tanda tangan basah., SUDAH NGAJABREG/MENUMPUK..!!! #apakah ngga kasihan tuh rakyat yg sangat membutuhkan dgn segera.!!?” Tulis pemilik Akun Nano Setiana dalam Grup Facebook Peduli Sumedang.
Pernyataan Nano ini mendapat dukungan dari sejumlah netizen lainnya, bahkan mereka berharap khususnya pada pelayanan public agar lebih memuaskan, selama ini masyarakat menilai pelayanan public di Sumedang kurang memuaskan. “Pelayanan terhadap Publik belum.memuaskan.. tlng spy di perhatikan.. ini suara Rakyat,” tulis pemilik akun Endang Rakhman.
Tak hanya dijejaring media social banyak kritikan terhadap proses rotasi, mutasi dan promosi jabatan kemarin. Direktur Himbar Buana Institute Sumedang, Junan Junaidi, bahkan menilai apa yang dilakukan bupati dan jajarannya kemarin hanya menghambur-hamburkan waktu.
”Rotasi-mutasi yang dilakukan bupati hari kemarin, hanya menghambur-hamburkan waktu semata,” kata Junan Junaidi kepada Sumeks, Selasa (9/7).
Padahal menurut Junan alangkah eloknya, jika orang nomor satu di Sumedang lebih fokus melaksanakan percepatan pembangunan. ”Pelantikan SOTK kemarin, saya pikir nggak begitu menarik, jadi wow factor-nya itu enggak ada,” ungkapnya.
Menurut Junan, masih ada SOTK yang statusnya sangat penting sekali untuk ikut dalam gerbong rotasi mutasi itu. ”Ada beberapa jabatan penting yang sangat dibutuhkan untuk mendorong pembangunan. Seperti halnya, RSUD, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Hingga Dinas Kesehatan,” katanya.
Jabatan Kepala Dinas, kata dia, seharusnya menjadi prioritas bupati. ”Namun pada kenyataannya, masih harus menunggu jilid II. Saya pikir, ini hanya buang waktu saja,” ungkapnya. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.