oleh

Bupati Ingatkan Untuk Tetap Waspada Covid-19

SUMEDANGEKSPRES.COM – Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menegaskan masyarakat belum selesai menghadapi pandemi Covid-19. Semuanya masih perlu tetap waspada. Karena, saat ini belum ditemukan vaksin dan obat Covid-19.

Hal itu disampaikan Bupati saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (ponpes) Asyrofudin Kecamatan Conggeang dalam rangka simulasi penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di lingkungan pondok pesantren, Rabu (8/7).

Baca juga :

Lagi, Satu Warga Sumedang Selatan Terkonfirmasi Positif Covid-19

“Vaksinnya belum ada, salah satu vaksinnya adalah disiplin. Yaitu, dengan menjalankan protokol kesehatan supaya jiwa kita selamat dan tubuh kita sehat,” ujar Bupati di sela sela kegiatanya.

Dikatakan, dalam menjalankan protokol kesehatan, dapat diringkas menjadi 4 M. Yakni, memakai masker,  mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Menurutnya, walaupun dalam lingkungan yang sama tetap harus disiplin dalam menjalankan 4 M, terutama ketika melakukan interaksi.

“4 M harus tetap dijalankan walaupun satu lingkungan dan satu tempat kecuali yang sudah lama dilingkungan ini dan dia tidak kemana mana. Pasalnya, kita tidak mengetahui seseorang telah berinteraksi dengan siapa,” paparnya

Oleh karena itu, Bupati mengharapkan agar masyarakat di lingkungan pondok pesantren  disiplin menjalankan protkol kesehatan. Sehingga, tidak ada penambahan jumlah kasus baru Covid-19. Jika saja ada kasus baru, tidak menutup kemungkinan kegiatan di pesantren akan ditutup dan kembali ke PSBB.

“Saya harap semuanya disiplin, karena kalau ada tambahan kasus apalagi ada kluster pesantren  kita akan tutup lagi dan kembali ke PSBB. Itu yang tidak kita harapkan. Kita sudah lama mengharapkan kembali ponpes bisa berjalan, tapi tolong harus disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya.

Simulasi protokol kesehatan di Pondok Pesantren Asyrofudin dilaksanakan untuk mengecek dan memastikan kesiapan lingkungan pondok pesantren. Mulai dari kesiapan para petugas serta kesiapan sarana prasarana dalam menerapkan SOP protokol kesehatan menjelang dimulainya aktivitas belajar mengajar di lingkungan pesantren.

Menurut keterangan dari pihak pondok pesantren, ketika nanti mulai masuk pesantren santri wajib mengikuti protokol kesehatan (cek suhu, masuk bilik disinfektan, memakai masker dan cuci tangan pakai sabun) dan menyerahkan surat keterangan sehat hasil rapid.

Pihak Ponpes Asyrofudin juga sepakat untuk santri yang berasal dari luar Jawa Barat yang akan masuk dan belajar saat ini masih menunggu informasi dari pemerintah. Adapun untuk santri yang berasal dari Kabupaten Sumedang rencananya akan mulai masuk pada tanggal 10, 13 sanpai dengan 16 Juli 2020. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed