oleh

Erwan Minta Berantas Pungli Secara Terpadu

KOTA – Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan mengatakan adanya Pungutan Liar (Pungli) tidak terlepas dari sejarah masa lalu. Bahkan, pungli menjadi satu budaya yang telah melembaga dan merupakan penyakit masyarakat yang telah membudaya.

Hal itu disampaikan Erwan kepada para kepala sekolah, guru dan komite sekolah, dengan tema ‘Mendukung Terwujudnya SDM Unggul Melalui Sekolah Tanpa Pungutan liar di kabupaten Sumedang’.

“Baik di level birokrasi, swasta maupun masyarakat secara umum, termasuk dalam lembaga pendidikan,” ujarnya di Gedung Tampomas IPP, Selasa (26/11).

Erwan juga meminta, pemberantasan Pungli harus dilakukan secara terpadu dan dilakukan secara Moralistik (pembinaan mental dan moral) dan  Abolisionostik (cara penanggulangan gejala) sebagai tindakan preventif.

“Pungli yang dilakukan oleh individu maupun organisasi/kelompok tentunya selain akan menghambat pelayan prima, juga akan menimbulkan efek biaya tambahan yang tentunya akan membebani masyarakat. Dalam kata lain, masyarakat terdzalimi dengan adanya pungutan liar,” paparnya.

Tak hanya itu, terkait dengan bidang pendidikan, Erwan menyebutkan, kegiatan Pungli akan sangat bertolak belakang dengan fungsi pendidikan itu sendiri. Fungsi mewujudkan SDM unggul akan tercoreng dengan prilaku oknum yang melakukan pungli.

“Selain bertentangan dengan tujuan pendidikan, juga akan menjadi contoh buruk bagi siswa yang akan terekam dalam hidupnya,” terangnya.

Oleh sebab itu, Erwan menghimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk merapatkan barisan bahwa dalam bentuk apapun, Pungli itu tidak benar dan bertentangan dengan hukum.

“Mari kita tumbuhkan sikap peduli dan disiplin pada diri sendiri sehingga dapat ditiru oleh anak-anak didik kita. Jangan sekali-kali melakukan perbuatan Pungli walaupun itu kita anggap kecil,” tegasnya.

Dan setelah dilaksanakannya sosialisasi saber Pungli, lanjut Erwan, tidak ada lagi kegiatan Pungli khususnya di dunia pendidikan Kabupaten Sumedang. Dikarenakan dunia pendidikan  dianggap rawan dengan isu yang berkembang di masyarakat.

“Apabila menemukan kegiatan Pungli, masyarakat harus berani melaporkan pada Tim Saber Pungli Kabupaten Sumedang. Setiap sekolah ketika akan meminta sumbangan kepada orang tua siswa, harus benar-benar berdasar dan disepakati bersama antara orang tua, guru, kepala sekolah, serta dinas pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama H. Rohaendi selaku Ketua Pelaksana Sosialisasi Saber Pungli menyebutkan, sosialisasi tersebut merupakan rangkaian kegiatan Saber Pungli tahun 2019.
Dimana kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman terkait Pungli yang merugikan masyarakat yang akhirnya setiap aktifitas pelayanan publik akan bersih dari Pungli.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pencegahan pungutan liar agar pemerintahan berjalan secara efektif dan efisien khususnya di sektor penyelenggara pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA atau yang setara,” pungkasnya. (cr1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed