oleh

Cama Unpad Diperiksa Kesehatan

BANDUNG – Sebanyak 3.556 calon mahasiswa baru program Sarjana TA 2016/2017 jalur SBMPTN mulai melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat kelengkapan registrasi administratif. Pemeriksaan kesehatan ini bertempat di Klinik UPT Kesehatan Unpad Jalan Dipati Ukur No. 46, Bandung, 19 sampai 29 Juli mendatang
Direktur Pendidikan Unpad Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), M.Kes., saat ditemui, Rabu (20/07) mengatakan, tujuan pemeriksaan kesehatan ini untuk memberikan rekomendasi bagi program studi/fakultas terkait status kesehatan calon mahasiswa baru.
Pemeriksaan yang dilakukan berupa pemeriksaan kesehatan secara umum, diantaranya pengukuran tinggi badan, berat badan, pemeriksaan nadi, kondisi jantung, paru-paru, suhu tubuh, konsultasi riwayat kesehatan, hingga tes buta warna.
Apabila ditemukan kelainan atau permasalahan kesehatan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara intensif. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan kelainan/penyakit, pihaknya akan menginformasikan kepada calon mahasiswa maupun orang tua yang bersangkutan untuk dapat melakukan penanganan lebih lanjut.
“Dengan hasil kesehatan ini, pimpinan fakultas/prodi dapat memonitor bagaimana kondisi kesehatan mahasiswanya,” kata Prof. Budi.
Untuk pemeriksaan yang lebih intensif, kata Prof. Budi, calon mahasiswa baru Unpad akan didaftarkan ke dalam layanan BPJS. Dengan demikian, calon mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan ke beberapa klinik kesehatan yang dimiliki Unpad yang sudah bekerja sama dengan BPJS.
Saat ini, ada 4 klinik kesehatan yang dimiliki Unpad, yaitu Klinik Kesehatan di Jalan Dipati Ukur No. 46, Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Apotek Pendidikan Unpad, serta Klinik Padjadjaran di Kampus Jatinangor.
“Kalau misalkan perlu pelayanan spesialis, mereka bisa dirujuk ke Rumah Sakit Spesialis dan sudah ditanggung oleh BPJS,” imbuh Prof. Budi.
Untuk itu, Prof. Budi meminta calon mahasiswa untuk tidak ragu menyampaikan jika ada riwayat kelainan atau penyakit. Hal ini penting agar pihaknya bisa mempersiapkan sejak dini penanganan berbagai kemungkinan kelainan/penyakit yang dimiliki oleh calon mahasiswa.
Terkait calon mahasiswa yang diketahui buta warna, setelah waktu pemeriksaan kesehatan selesai, Direktorat Pendidikan akan mengumpulkan calon mahasiswa yang diidentifikasi memiliki buta warna. Hal ini didasarkan pada beberapa prodi di Unpad yang mensyaratkan tidak boleh buta warna.
“Jika memang dia memilih prodi yang mensyaratkan tidak buta warna, maka kami rekomendasikan calon mahasiswa tersebut untuk pindah ke prodi yang tidak mensyaratkan tidak buta warna,” kata Prof. Budi.
Kepala UPT Kesehatan Unpad, Dr. Yudi Mulyana Hidayat, Sp. OG-K, mengatakan, sebanyak 9 – 10 tim dokter disiagakan untuk melayani pemeriksaan kesehatan. Dalam satu hari pihaknya membatasi jumlah calon mahasiswa baru sebanyak 350 orang dengan lama waktu pemeriksaan per orang sekitar 20 menit. Pemeriksaan kesehatan ini tidak dipungut biaya.
Untuk jadwal pemeriksaan kesehatan, calon mahasiswa dapat menentukan sendiri waktu pemeriksaan pada saat pengisian biodata online 30 Juni – 18 Juli lalu. (rls/hms)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed