oleh

Canangkan Jurusan Kesenian Serta Karawitan

Berdiri di Wilayah yang Kental Seni dan Budaya, SMKN Situraja Siapkan Program Baru

Demi keutuhan rasa cinta masyarakat kepada seni dan budaya tradisional, SMKN Situraja berencana untuk menyediakan fasilitas pendidikan seni. Apalagi sekolah ini, berada di wilayah masyarakat yang masih kental menggunakan seni dan budaya tradiaional.


MELIHAT banyaknya potensi siswa di bidang kesenian, pihak SMKN Situraja berinisyatif untuk mengembangkan bakat siswanya dengan membuka jurusan tersebut.

Seperti disampaikan Kepala SMKN Situraja Dra Hj Lolly R Roliawati MMpd, seni dan budaya diperlakukan cukup baik oleh masyarakat Situraja. Dengan begitu, cukup sinkron juga bila saat sekolah yang berdomisili di Desa Sukatali Kecamatan Situraja ini, membuka jurusan kesenian dan karawitan dengan tujuan melengkapi bakat seni para siswa dengan ilmu yang lebih disiplin lagi.

“Saya rasa saat bakat seni dihaluskan oleh ilmu pengetahuan yang lebih berpendidikan, maka pelaku seni itu akan punya rasa disiplin dalam bidang kesenian,” katanya saat disambangi di ruang kerjanya, Kamis (4/10).

Dikatakan Lolly, saat ini pihak sekolah sedang melakukan survey bagaimana dukungan dan minat masyarakat terkait rencananya untuk membuka jurusan tersebut. Dan setelah respon dari masyarakat ternyata bagus, maka pihak sekolah akan langsung membuka jurusan itu.

“Kita harus lakukan survey dulu dan menampung pendapat masyarakat terkait hal ini,” tuturnya.

Dia menerangkan, kebanyakan para pemuda saat ini justru lebih tahu dan lebih mengidolakan kesenian modern yang justru hampir menggerus kesenian tradisional yang merupakan warisan dari nenek moyang.

Namun di Situraja, dirinya melihat masih banyak anak muda yang menjadi pelaku seni tradisional. Mulai dari seni tari sampai seni memainkan alat musik tradisional. Seperti calon gendang dan lainnya. Dan secara kebetulan, beberapa siswa-siswi SMKN Situraja juga punya bakat menjadi seniman tradisional.

“Saya pernah lihat anak didik di sekolah ini piawai menabuh gendang dan pandai menari juga. Itu lebih membuat saya besar hati untuk membuka jurusan itu,” ucapnya.

Tak hanya itu, para guru di sekolah tersebut juga sebagian besar merupakan pecinta kesenian tradisional. Oleh sebab itu, setiap akhir semester di sekolah tersebut ada pagelaran kesenian tradisional dan budayanya. “Lebih mantapnya lagi, banyak tenaga didik yang suka seni tradisional,” tukasnya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed