oleh

Capaian PBB Jatinangor Rendah

Camat Geber Kolektor Pajak

SUMEDANGEKSPRES.COM , JATINANGOR – Jatinangor yang diproyeksi sebagai kawasan perkotaan, nyatanya masih rendah dalam pendapatan asli daerah (PAD) sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Untuk itu, Pemerintah Kecamatan Jatinangor, akan terus menggenjot kolektor pajak, untuk meningkatkan kinerja dan dedikasinya. Salah satunya, aktif jemput bola melayani masyarakat yang membayar pajak.

“Ada beberapa desa yang pajaknya masih kecil namun belum dibayar. Nah ini harus ditingkatkan demi meningkatkan pajak dari PBB. Masa Jatinangor kalah sama Kecamatan Cibugel dan Ujungjaya yang jauh di pedalaman,” ujar Camat Jatinangor Drs Herry Dewantara di sela-sela kunjungan kerja ke kantor Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor, Selasa (15/9).

Untuk meningkatkan kinerja kolektor pajak, kata Camat, Pemkab akan memberikan reward umroh bila targetnya tercapai. “Di Kecamatan Cibugel juga ada yang di umrohkan oleh Pemkab Sumedang. Jadi mari berlomba-lomba meningkatkan PAD,” katanya.

Kecamatan Jatinangor, lanjut Camat, memiliki potensi besar dan potensi ekonomi yang setara dengan perkotaan. Tapi kenapa pajak PBB-nya kecil. Jatinangor Hade Kasohor harus diimplementasikan dengan real. Kasohor dalam artian terkenal dengan kota industri dan jasa. Dari segi infrastruktur, Jatinangor harus bersih, mewah, tertata, rapih, dan jangan kumuh.

“Jatinangor itu menjadi etalase Kabupaten Sumedang. Untuk menjadi kota Adipura, maka etalasenya dulu yang harus ditata. Maka, sangat tidak mungkin suatu Kabupaten mendapat penghargaan Adipura jika etalasenya kumuh. Contoh Kabupaten Sumedang, etalasenya Jatinangor sebelah barat dan Tomo di sebelah timur,” kata dia.

Camat yang baru menjabat beberapa bulan ini, pun melakukan perombakan kantor Kecamatan yang tadinya kumuh (bangunan lama) direhab dengan bangunan baru. Bahkan, beberapa ruangan di kantor Kecamatan disulap lebih nyaman.

“Jatinangor itu kota perlintasan, kotanya mahasiswa dari seluruh nusantara, malu atuh kalau kantor pelayanannya kumuh. Nanti gimana kalau adik adik mahasiswa memberi kabar ke tempat asalnya,” katanya.

Sementara itu, Danramil Jatinangor yang baru, Kapten INF Lesly Darmawan mengatakan, Jatinangor merupakan Kecamatan yang masyarakat kompleks dan heterogen. Sehingga, dibutuhkan pendekatan yang bisa merangkul setiap kalangan. Peran Babinsa dan Binmas harus efektif dalam mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya mantan Pasiter (Perwira Seksi Teritorial), jadi paham betul suatu wilayah karakter budayanya. Jadi, semoga saja saya mendampingi Pak Camat dan Pak Kapolsek bisa membawa Jatinangor menjadi kota hade kasohor,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar