CCAI Gandeng Microsoft Indonesia, Percepat Peningkatan Produktivitas dan Sistem Kerja

CCAI Gandeng Microsoft Indonesia, Percepat Peningkatan Produktivitas dan Sistem Kerja

KONFRENSI PERS: Aplikasi e-Coaching, hasil kerjasama Coca-Cola Indonesia dan Microsoft Indonesia diluncurkan. Dari kiri ke kanan: Bernard Saisse, Marketing and Operation Director, Microsoft Indonesia; Patrick Pech, Research and Development Director, Coca-Cola Amatil Indonesial; Deborah Intan Nova (Debbie), Human Resource & IT Director, Coca-Cola Amatil Indonesia; William Layadi, Head of IT, Coca-Cola Amatil Indonesia; dan Suyono Kurniawan, Solutions Delivery Manager, Coca-Cola Amatil Indonesia. (IST)

Peliput/Editor: engkos koswara-rls/atep bimo

Previous Next

PADA akhir tahun 2015, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) akan memberdayakan 3.000 anggota tim sales-nya melalui akses e-Coaching. Aplikasi e-Coaching yang dikembangkan oleh CCAI bersama Microsoft Indonesia telah meningkatkan berbagai macam aspek usaha CCAI secara signifikan. Mulai dari visibilitas produk-produk CCAI di pasaran, peningkatan produktivitas tim sales, kedekatan dengan pelanggan (atau retailer), pengembangan karyawan, serta akurasi data.

“Aplikasi ini membantu memastikan ketersediaan dan menjaga kualitas produk di pasar. Sehingga, memungkinkan kami untuk memberikan layanan serta produk terbaik kepada pelanggan. Ini merupakan hal yang penting bagi kami, karena visi CCAI adalah menciptakan jutaan momen kebahagiaan dan membuka peluang bagi para pemangku kepentingan, termasuk retailer dan konsumen kami, setiap hari,” ujar Deborah Intan Nova (Debbie), Human Resource & IT Director, Coca-Cola Amatil Indonesia, pada hari Kamis dalam konferensi pers yang digelar pada Microsoft TechDays 2015.

e-Coaching, dioperasikan di tablet Acer berbasis Windows 10 dan telah diimplementasikan sejak April 2015. Aplikasi ini menggantikan sistem kerja sebelumnya yang memerlukan lebih banyak waktu dan tenaga. Dalam sistem kerja sebelumnya, tim sales perlu mengumpulkan informasi mengenai retailer, seperti kondisi kulkas penyimpanan dan ketersediaan produk, dengan menggunakan pulpen serta kertas. Kemudian, mereka perlu memasukkan data ke database perusahaan secara manual setelah kembali ke kantor.

e-Coaching meningkatkan akurasi data dan efisiensi karyawan karena dapat menghilangkan tahapan manual tersebut. Secara bersamaan, e-Coaching menyediakan informasi berkualitas tinggi yang dapat ditindaklanjuti secara cepat untuk peningkatan kualitas retailer.
“Kini, tim sales kami memiliki daftar pertanyaan yang telah terprogram di aplikasi e-Coaching. Mereka cukup membawa tablet ketika melakukan kunjungan reguler ke retailer. Dengan begitu, tim sales dapat memeriksa hasil kerja retailer, bekerjasama dengan retailer untuk meningkatkan performa usaha. Sales dapat menghabiskan lebih banyak waktu di tempat retailer, karena semua data dapat dimasukkan langsung ke database CCAI melalui aplikasi e-Coaching,” jelas Debbie. Menurutnya, dengan mengimplementasikan aplikasi ini, jelas pihaknya mendukung tim sales untuk terus berkomitmen terhadap nilai-nilai perusahaan: initiative-ownership, straight forward-open, dan ­today-tomorrow.”

“Saat ini, sebanyak 400 anggota tim sales CCAI telah menggunakan aplikasi e-Coaching untuk melakukan kunjungan harian ke retailer. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh retailer telah memenuhi standar kualitas CCAI. Pengimplementasian secara keseluruhan diharapkan dapat selesai pada November 2015,” terangnya.

Sementara itu, Research and Development Director, Coca-Cola Amatil Indonesia, Patrick Pech mengatakan ketika berbicara mengenai tim sales sebagai garda terdepan dari bisnis, terpenting adalah meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan alokasi waktu. Terutama untuk fokus pada aktivitas-aktivitas yang lebih memberikan nilai tambah. “Kami terus mencari inovasi untuk mentransformasi cara kami memasuki pasar,” ujar Patrick Pech.
Menurutnya, e-Coaching, sebagai bagian dari solusi pihaknya. Hal itu memungkinkan tim sales untuk melakukan pengelolaan yang lebih baik, baik terhadap retailer maupun diri mereka sendiri.

“Mereka akan mampu mengalokasikan lebih banyak waktu dan tenaga untuk meningkatkan aspek lain yang sama pentingnya bagi pertumbuhan bisnis perusahaan, seperti kedekatan dengan retailer, penempatan produk, pemanfaatan kulkas pendingin, dan lain sebagainya,” katanya.
Hal ini sejalan dengan visi Microsoft untuk membantu organisasi dalam menyambut New World of Work (gaya kerja baru). Dimana, pekerjaan merupakan kegiatan yang dilakukan, bukan tempat karyawan menghabiskan waktunya untuk bekerja.

Senada dengan Patrick, Marketing and Operation Director, Microsoft Indonesia, Bernard Saisse mengatakan semakin lama, semakin banyak orang dan perusahaan menyadari adanya kebutuhan untuk bekerja di luar kantor. Perusahaan yang saat ini dan di masa mendatang meraih kesuksesan, adalah perusahaan yang mampu menyediakan infrastruktur yang tepat.
“Sehingga, dapat membantu meningkatkan produktivitas serta efisiensi karyawannya, bahkan ketika karyawannya sedang tidak berada di kantor,” ujar Bernard.

“Microsoft berharap pengalaman positif CCAI ini dapat mendorong lebih banyak orang dan perusahaan untuk mempersiapkan lingkungan kerja yang lebih efektif serta efisien dalam menyambut era mobile first, cloud-first,” tambah Saisse.

Sebagai penyedia tablet aplikasi e-Coaching, Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia mengatakan Acer Indonesia bangga dapat bekerjasama dengan Coca-Cola Amatil Indonesia dalam menyediakan tablet berbasis Windows 10 dengan aplikasi e-Coaching yang digunakan oleh tim sales Coca-Cola Amatil Indonesia.

“Sebagai pemimpin pasar untuk Tablet Windows di Indonesia, Acer memiliki komitmen untuk menghadirkan perangkat yang dapat membantu para pekerja, terutama pekerja lapangan, yang membutuhkan perangkat untuk efisiensi dan mobilitas mereka,”pungkasnya. (kos/rls)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.