oleh

Cegah Bentrok, Aparat Kawal Pembongkaran Enam Rumah

KOTA – Puluhan anggota Polres Sumedang baru saja melakukan pengamanan pembongkaran sekitar 6 rumah warga terdampak PLTA Jatigede. Adanya pengamanan tersebut, merupakan langkah dari PLN agar pembongkaran yang dilaksanakan di Dusun Parakan Kondang, Desa Kadu Jaya, Kecamatan Jatigede berjalan lancar dan kondusif.

“Saat ini kami sedang melakukan pengamanan kegiatan pembongkaran Rumah yang masih bertahan di dilokasi yang telah dibebaskan oleh pihak PLN, Unit Pembangunan Jawa bagian Tengah 1. Kegiatan pembongkaran tersebut dilaksanakan oleh pihak PLN selaku pemilik lahan,” kata Kabag Ops Polres Sumedang, Kompol Setya Widodo, selepas memimpin anggotanya dilokasi pembongkaran, Kamis (18/8) kemarin.

Pembongkaran melibatkan puluhan anggota polisi, PLN, Satpol PP dan TNI.
“Untuk kegiatan pembongkaran ini, Polres Sumedang menerjunkan 80 personil anggota polisi, 20 orang dari PLN, 30 anggota TNI dan 50 orang anggota Satpol PP,” ujarnya.

Dalam pembongkaran tersebut, Kabag Ops Polres Sumedang, Kompol Setya Widodo, terus melakukan antisipasi akan terjadinya bentrokan antara petugas pembongkaran dengan massa yang sebelumnya sempat memanas dengan pihak PLTA. Adapun ke enam rumah yang telah dibongkar tersebut adalah milik Wiwi, Cahyadi, Arum, Enok, Yadi dan Jua.

“Kita hanya melakukan antisipasi saja, khawatir akan ada bentrokan. Tapi, ternyata kegiatan ini berjalan dengan kondusif,” sebutnya.

Adapun alasan lain pembongkaran tersebut harus menerjunkan banyak personil, Setya Widodo menjelaskan karena sebelumnya masyarakat setempat telah melaksanakan PH dengan pihak PLN. Selain itu, PLN juga sudah memberikan surat pemberitahuan jika rumah milik ke enam warga tersebut akan segera dibongkar maksimal pada tanggal 10 Agustus 2016.

“Pembongkaran tersebut dilaksanakan oleh pihak PLN dikarenakan pihak warga masyarakat telah melaksanakan PH dengan pihak PLN. Serta, pihak PLN juga telah memberikan biaya pembongkaran, mobilisasi dan biaya jaminan hidup. Bahkan, pihak PLN sebelumnya telah melayangkan surat kepada warga masyarakat yang masih bertahan untuk segera membongkar rumahnya sampai dengan batas waktu yang telah diberitahuka,” tuturnya. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.