oleh

Cekcok Masalah Harga, Tukang Kopi Tusuk Pembeli

PASEH – Gara-gara secangkir kopi, Ujang Amar bin Amat alias Oray (38), harus meregang nyawa akibat ditusuk sebilah pisau di bagian leher kirinya. Peristiwa yang terjadi Sabtu (9/1) sekitar pukul 20.15 itu, berlangsung di belakang warung kopi milik pelaku pembunuhan, Dede Sunarya bin Surma (47), di pinggir Jalan Raya Sumedang-Cirebon, tepatnya RT 01/01, Dusun Sukahurip, Desa Legok Kaler, Kecamatan Paseh.

Kapolres Sumedang, AKBP Nazly Harahap melalui Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Hadi Mulyana, menyatakan penganiayaan itu terjadi secara spontan. Malam itu, korban datang ke warung Dede untuk membeli secangkir kopi. “Saat membayar, pelaku meminta bayaran kopi itu seharga Rp 3.000. Namun si korban tidak terima dengan harga tersebut,” tutur Hadi kepada Sumedang Ekspres, Minggu (10/1).

Tidak lama, korban dan pelaku terlibat cekcok mulut setelah kopi dibayar seharga Rp 3.000 dengan memberikan uang kembalian sebesar Rp 500. Namun, korban membatalkan pembelian kopi serta membuang kopi tersebut. Korban marah-marah sambil memukul etalase rokok hingga roboh. Tak sampai di situ, korban pun menendang pintu belakang warung kopi tersebut.

Tidak terima atas perlakuan korban, pelaku mengambil sebilah pisau dan mengejar korban sampai di belakang warung. “Lalu pelaku menodongkan pisau yang dibawanya ke arah korban. Sementara, korban mendekati pelaku degan cepat sehingga pisau yang ditodongkan pelaku menusuk ke bagian leher korban,” terang Hadi.

Dari kejadian itu, lanjut Hadi, korban sempat berlari ke rumah saudaranya yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) dalam keadaan terluka. Sayang, setibanya di depan rumah korban ambruk dan warga berusaha menolong dengan membawa korban ke klinik terdekat.

“Klinik menyarankan agar korban dibawa ke Rumah Sakit Sumedang. Namun, dalam perjalanan ke RS korban meninggal,” jelasnya.

Sementara itu, setelah melihat kondisi korban yang berlumuran darah, pelaku kembali kedalam warungnya. Pelaku dibarengi ketua RW setempat, menyerahkan diri ke Polsek Paseh. “Pelaku menyerahkan diri ke Polsek Paseh,” katanya.

Dikatakan Hadi, kasus tersebut masih dalam penanganan Polres Sumedang. Kemarin, pelaku pun menjalani serangkaian pemeriksaan di Mapolres Sumedang. “Akibat perbuatannya, pelaku terancam hukuman 7 tahun penjara, karena melanggar pasal 351 ayat 3 KUHP,” tandas Hadi.

Ditemui terpisah, Kakak tertua korban, Tata Bin Amat (63) ketika dihubungi Sumeks, mengharapkan kepada aparat agar memberikan hukuman setimpal kepada pelaku. “Karena itu menghilangkan nyawa seseorang, maka hukuman yang dilakukan harus seberat-beratnya,” tegas Tata.

Tata menyebutkan, sebelumnya ia tidak pernah mendengar adanya keributan antara pelaku dengan korban. Menurut Tata, ini bersipat spontan dan tidak direncanakan sebelumnua. “Kalau dilihat dari sebelum-sebelumnya tidak ada masalah. Saya tidak pernah mendengar perselisihan korban dengan pelaku. Semuanya spontan,” tutupnya. (atp/her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed