oleh

“Cimalaka Sehat” Permudah Layanan Kesehatan

Pendaftara Pasien Tak Perlu Antre

SUMEDANGEKSPRES.COM – Kepala Puskesmas Cimalaka Hj. Ratna Wulan, S.ST.,M.Tr.Keb mengatakan, untuk memutus mata rantai Covid-19, pihaknya terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat.

Tak hanya itu, pihaknya juga turut memberikan pelayanan yang extra mudah melalui program aplikasi ‘Cimalaka Sehat’. Salahsatunya untuk pasien yang akan daftar, melalui aplikasi tersebut menjadi tidak usah mengantre. “Jadi mempermudah, di sana juga ada promosi kesehatan,” ujarnya kepada Sumeks, Senin (20/7).

Baca Juga :
Viral, Ibu Ini Hanya Hamil Satu Jam dan Langsung Melahirkan

Hj Ratna menyebutkan, untuk mengedukasi masyarakat terkait aplikasi ‘Cimalaka Sehat’, pihak puskesmas telah menyebarkan brosur tentang tata cara melakukan penginputan data. “Sehingga itu memudahkan warga untuk melakukan input data,” sebutnya.

Sementara itu, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Cimalaka, pihak puskesmas juga ikut andil dalam melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan. “Di era New Normal ini, seperti kata pa bupati ini ada 3 M. Diantaranya Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak. Dan itu sama halnya dengan sosialisasi penanggulangan DBD kemarin,” terangnya.

Tak hanya itu, demi menjaga menyebarnya wabah Covid-19, pihak puskesmas turut membatasi jumlah pasien yang datang. Yaitu, lanjut Ratna, jumlah pasien yang melakukan pengobatan tidak boleh lebih dari 75%.

“Tapi untuk jam pelayanan tetap normal. Sehingga kalau ada pasien gawat darurat, kami tetap akan layani. Dan terkait aturan ini masyarakat juga sudah paham, karena sudah lama kami juga lakukan sosialisasi dengan bidan desa dan aparatur desa juga,” tuturnya.

Ratna menambahkan, agar masyarakat yang mengalami sakit biasa dan tidak parah, dianjurkan untuk berobat di rumah saja. “Iya sebaiknya seperti itu, jangan dulu ke puskesmas,” katanya. (ahm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

News Feed