Cimanuk Ngamuk Warga Panik

Cimanuk Ngamuk Warga Panik

PASRAH: Enco korban terkena dampak dari amukan Cimanuk saat menunjukan empang miliknya yang sempat dipenuhi air Cimanuk, kemarin.(HERI PURNAMA/SUMEKS)

PEWARTA: Heri purnama

WADO – Sungai Cimanuk mengamuk satu rumah milik warga di Dusun Kampung baru, Blok C, Desa Wado, Kecamatan Wado, terkena banjir dan hektaran sawah di pinggir sungai penyuplai ke Jatigede itu raib. Intensitas curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama mengakibatkan air meluap drastis hingga meluluh lantahkan pesawahan dan kebun para petani.

Menurut keterangan warga di Kampung Baru Blok C, RT 01, RW 07 yang rumahnya terkena banjir dari luapan Sungai Cimanuk, Enco menyebutkan air sungai sudah pasang dari sejak Selasa (20/9) malam, namun saat itu kondisinya masih berada di badan sungai. Tetapi pagi hari saat dirinya terbangun dari tidur air sudah meluluh lantahkan pesawahan miliknya sekitar 200 bata yang sudah hampir siap panen dan kebun timun sayur sekitar 100 bata.

“Malam air sudah pasang tapi masih seperti biasa tidak meluap terlalu deras, namun saat pagi hari air semakin membesar,” tutur Enco pada Sumeks, Rabu (21/9).

Di dampingi istrinya Mariah, lebih lanjut ia memaparkan tingginya air itu meluap sekitar pukul 06:00 dan air sungai pun masuk ke bagian belakang rumahnya dan meleled empangnya. Berjalan beberapa menit, air kembali surut dan sekitar pukul 06:30, Enco dan warga lainnya menyaksikan air sungai yang sedang mengamuk itu membawa puluhan tabung gas, puluhan helm dan beberapa ban yang terbawa hanyut yang di duga berasal dari daerah Garut, bahkan secara samar-samar Enco seperti melihat sesosok mayat yang hanyut juga.

“Air sampai masuk ke rumah saya, tapi tidak lama, dan saya juga melihat banyak tabung gas yang hanyut, helm dan ban saya juga seperti melihat tangan manusia tapi samar-samar,” ucapnya
Akibat kejadian itu, Enco mengalami kerugian yang cukup besar karena sawah yang tak lama lagi hendak di panen biasanya bisa menghasilkan padi sekitar 1 ton, belum lagi kebun timun dan empang yang ikannya terbawa hanyut, kalau di kalkulasikan kerugiannya bisa mencapai 8 sampai 9 juta.

“Kerugian yang saya alami cukup besar, padahal sebentar lagi saya seharusnya panen,” kata dia.
Selain itu, Enco yang juga merupakan warga OTD alihan dari Desa Wado, Dusun Maleber merasa cemas melihat kejadian seperti ini, sebab rumah miliknya hanya sekitar 50 meter dari badan sungai Cimanuk. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.