oleh

Cita Rasa Kopi Asli Sumedang di Kedai Kopi Kadeudeuh

SUMEDANG – Kedai Kopi Kadeudeuh merupakan salah satu kedai kopi yang ramai diminati masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan Sumedang. Kedai kopi yang beralamatkan di Jalan Prabu Geusan Ulun No 122 tersebut, menyajikan berbagai kopi dengan cita rasa yang khas.

Kedai Kopi Kadeudeuh sendiri berdiri sejak tanggal 18 November 2019. Kedai tersebut diketahui memiliki konsep kopi kekinian, yakni konsep take away.

Pengelola Kedai Kopi Kadeudeuh Lalas, mengatakan konsep marketing yang mereka pakai untuk memasarkan hasil olahan kopi yaitu melalui marketing digital, yakni media sosial.

“Kami juga membesarkan nya di medsos, karena melihat tempat disini tidak terlalu nyaman untuk nongkrong. Lalu kami buat sistem take away, tetapi  kami coba sebulan, ternyata untuk rasanya diminati oleh masyarakat. Katanya untuk rasa beda dengan kopi-kopi yang sudah ada,” ujarnya kepada Sumeks, Senin (13/1).

Lalas juga mengatakan, untuk kopi yang di pasarkan, tersedia kopi tradisional khas Sumedang, dan berbagi kopi lainnya dari luar Sumedang.

“Akhirnya kami bekerjasama dengan petani kopi di Sumedang, seperti petani kopi di Rancakalong kopi buhun dan kopi manglayang timur. Awalnya tidak niat untuk manualan, tapi melihat antusias baru sebulan aja sudah ramai, akhirnya kami lebih menjual kopi lokal,” katanya.

Selain itu, Lalas juga menerangkan beberapa produk unggulan di Kedai Kopi Kadeudeuh. Produk yang sangat diminati adalah es kopi original.

“Itu benar benar best seller untuk kategori kopi, setiap hari biasanya bisa menjual banyak kopi. Pokonya di atas rata-rata yang lain aja. Saya pernah survei dan tanya dari delivery nya, paling banyak orderan dari mana, oh Kopi Kadeudeuh, jadi kan kita pede, sudah punya pasar di Sumedang. Walaupun baru, tapi sudah mencuri perhatian, ” paparnya.

Tidak hanya melalui media sosial saja, selain lewat Facebook dan Instagram, Kopi Kadeudeuh juga turut dipasarkan oleh Lalas melalui delivery lokal Sumedang.

“Sudah 15 delivery bekerjasama dengan kami. Mereka setiap pagi menshare promo-promo kami kepada konsumen. Jadi, otomatis informasi itu tiap pagi beredar luas di Sumedang. Itulah mengapa kami ambil konsep take away,” terangnya.

Sementara itu, Lalas juga menyebutkan sejumlah inovasi yang dilakukan di awal tahun 2020 ini.

“Jadi kami untuk bulan Januari ada program hot kopi, yang kedua kami mau memasarkan produk lokal Sumedang, dalam bentuk saset. Jadi kalo mau ngopi daerah gampang, bisa tanpa alat. Dan yang ketiga mau nambah menu di makanannya, karena konsep awal yang take away banyak juga yang kesini. Jadi kami akan sediakan makanan juga,” ungkap Lalas.

Tak hanya itu, sebagai pecinta kopi, Lalas juga turut memberi masukan untuk Pemerintah Sumedang. Agar berpihak kepada petani kopi Sumedang. Salah satunya dengan melakukan political will dari pemerintah.

“Pertama membiasakan untuk menkonsumsi kopi Sumedang. Ini juga bagian, kita kan ada SPBS (Sumedang  Puser Budaya Sunda). Artinya kan budaya dan konten lokalnya bisa diangkat, ya salah satu nya kami ingin, kedepan kopi di Sumedang, ini harus menjadi budaya ngopi asli Sumedang. Kurang lebih begitu, terlepas kedepan ada produk seperti tadi yang sudah di sebutkan, tapi kalau pemerintah nya tidak berpihak akan sulit juga,” jelasnya.

Lalas juga menambahkan, salah satu kesulitan untuk  para pengusaha kopi lokal adalah terletak pada sisi petaninya. Dimana para petani kopi kerap kesulitan dalam market place nya.

“Kadang-kadang mereka itu menjual kopi dalam bentuk bahan yang betul-betul bahan mentah. Walaupun sudah diolah, tapi kan masih tradisional, standar kualitas nya juga kurang. Pada akhirnya permasalah nya itu masih di pengepul, penjual kopi, yang notabene kalau masuk ke sana harganya relatif cenderung lebih rendah. Jadi manfaatnya tinggal di petani kopi nya, kedepan harusnya petani kopi yang paling maksimal menerima manfaat dari nilai tambah kopi nya tadi. Seharusnya, kedepan petani kopi harus ada pembinaan membuat standar pengolahan nya lebih baik dan market place nya disiapkan,” tuturnya. (Cr1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed