oleh

Collapse Karena Kekurangan APD, RS AMC Tutup Sementara

SUMEDANGEKSPRES.COM – Beredarnya informasi di akun instagram resmi RS AMC Cileunyi bahwa menutup sementara layanan rawat jalan, membuat Pemkab Sumedang harus lebih serius menyediakan layanan ekstra di RSUD Sumedang.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPRD Sumedang, drg Rahmat Juliadi mengatakan Pemkab Sumedang harus ekstra memperhatikan tenaga medis dan penyediaan alat pelindung diri (APD) di tiap rumah sakit.

“Ya, kita sangat prihatin, RS swasta sudah mulai pada collapse karena kekurangan APD. Salah satunya adalah RS AMC. Mungkin akan merembet ke RS RS swasta tipe D dan tipe C yang lain. Karena kebutuhan APD saat ini yang cukup tinggi, sedangkan ketersediaan APD di pasaran sangatlah sulit dan harganyapun cukup melambung,” katanya.

Hal ini, lanjut Rahmat, salah satunya disebabkan karena para tenaga kesehatan tidak mau beresiko terkena penularan Covid-19 ini. Oleh karenanya mereka pasti akan menggunakan APD sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh organisasi profesi dan instansinya masing-masing.

“Dengan semakin tingginya pasien yang datang ke sarana kesehatan terutana RS swasta ini, mengakibatkan habisnya stok APD di RS tersebut. Hal ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah kabupaten Sumedang, mengingat RS AMC walaupun lokasinya berada di Kabupaten Bandung akan tetapi berbatasan langsung dengan Sumedang. Dimana pasien-pasien yang datang kesana tidak sedikit warga Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Dengan ditutupnya sementara RS AMC bisa berakibat kepada kunjungan ke sarana kesehatan yang lain di Kabupaten Sumedang seperti RSUD Sumedang dan RS Pakuwon ikut meningkat. Yang tentunya akan berpengaruh kepada meningkatnya kebutuhan APD di kedua RS tersebut.

“Apabila Pemkab Sumedang tidak segera mengantisipasi ketersediaan APD di kedua RS tersebut, terutama di RSUD yang menjadi tanggung jawab langsung Pemkab Sumedang maka RS tersebut bisa bernasib sama dengan RS AMC. Karena saat ini pun, ketersediaan APD di RSUD sudah sangat minim, apalagi kalau akan diadakan pemeriksaan rapid test terhadap para ODP yang cukup banyak. Maka lonjakan pasien ke RSUD Sumedang akan berimbas kepada kebutuhan APD yang sangat tinggi,” katanya.

Sekali lagi, lanjut Rahmat, pihaknya mengingatkan pemda tidak ada waktu lagi segera penuhi dan distribusikan kebutuhan APD ke semua fasilitas kesehatan di Kabupaten Sumedang yang menjadi tanggung jawab pemda.

“Oleh karenanya mereka pasti akan menggunakan APD sesuai instruksi organisasi profesi dan SOP yang ada di instansinya masing-masing,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

  1. pingin miliki barang kesukaan tp isi dompet gak pernah tercukupi..
    jangan bersedih guys….karena kamu punya partner yang bisa wujudkan impianmu
    segera aja ke bola165 ,org dan jangan lupa join now yach…
    bukan hanya wujudkan impianmu tp juga bisa bikin kamu menjadi jutawan.