oleh

Covid, Bantuan Benih Jagung Terhenti

SUMEDANGESKPRES.COM –  Seluas 15.000 Hektare lahan perkebunan di Sumedang, berpotensi ditanami jagung. Lahan seluas itu, hampir merata ada di setiap kecamatan.

“Ada beberapa kecamatan yang dinilai menjadi sentra penghasil jagung, seperti Kecamatan Wado, Cibugel, Darmaraja, Cisitu dan Cimanggung,” kata Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang M Amim melalui Seksi Serealia Bidang Tanaman Pangan Tanu
kepada Sumeks baru-baru ini.

Dikatakan, dari total potensi 15.000 hektare itu, sekitar 6.000 hektarnya baru mendapat alokasi program bantuan benih dari Kemetrian Pertanian tahun 2020.

“Pada tahap pertama, bantuan turun pada bulan Oktober 2019, untuk masa tanam Oktober sampai Maret 2019. Kita prioritaskan dahulu  kecamatan-kecamatan yang menjadi sentra jagung terlebih dahulu,” ujarnya.

Sedangkan tahap ke dua, pada April sampai dengan Bulan September 2020. “Karena untuk umur masa tanam itu selama 130 hari,” katanya.

Bantuan benih kepada para petani, kata dia, setiap tahun anggaran itu pasti ada, hanya saja, kabupaten kapasitasnya sebatas penerima manfaat. “Penyedia dan calon lokasi, sedangkan yang melaksanakan kontrak maupun pengadaan dan distribusi, dilaksanakan oleh pusat,” katanya.

Disebutkan, untuk luas satu hektare lahan, dibutuhkan benih jagung seberat 15 kg. “Kalau estimasi satu hektar dibutuhkan 15 kg, maka benih jagung yang disuplai untuk 6.000 hektar, sekitar 90 ton, untuk dua kali musim panen,” katanya.

Sedangkan penerima manfaat, para petani jagung yang namanya sudah terdaftar di kelompok masing-masing. “Datanya sudah ada di UPTD tiap kecamatan,” katanya.

Sementara itu, untuk tahap akhir, Oktober sampai September, Dinas mengajukan lagi bantun untuk tahap akhir, namun sayangnya tidak ada anggaran dari Dirjen untuk itu, lantaran terdampak Covid 19.

“Seharusnya, sekarang itu ada lagi bantuan, tetapi ternyata tidak ada dalam anggaran perubahan,” ujarnya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.