oleh

Dampak Sosial Jatigede, Disabilitas Tak Terakomodir

DARMARAJA- Permukaan air bendungan Jatigede makin meluas, bahkan sudah masuk ke kawasan pemukiman. Imbasnya, banyak warga yang serta merta mengevakuasi. Namun, bagaimana dengan penyandang cacat?
Adalah Juju (36), warga Dusun Leuwiloa, Desa Leuwihideun, Kecamatan Darmaraja, penerima pecahan KK (Kategori B) ini ternyata belum menerima hak-haknya. Ia mengaku kebingungan untuk pindah.

“Paling saya menunggu di jemput saudara dari Bogor,” ucap penyandang diabetes kronis yang kakinya sudah diamputasi itu pada Sumeks, kemarin.

Selain Juju, ada lagi yang belum pindah di Desa Leuwihideung diantaranya saja Ading-Lidia, Andrik, Oma-Tini, S. Yati, Mia, Agus Ahdiat-Watriani, dan Ahmad Durahman-Windi. Rata-rata alasannya ironis karena tak ada biaya untuk pindah, sementara mereka belum memiliki bangunan untuk mereka tempati.

“Banyak diantara keluarga itu, saat ini menempati rumah-rumah sisa bongkaran,” papar Maulana Yaksa, tokoh pemuda yang peduli terhadap nasib warga tergenang.

Selain di Kecamatan Darmaraja, beberapa rumah warga di Desa Padajaya, Dusun Bojong salam, terus terancam tenggelam. Rumah-rumah tersebut belum sempat dibongkar, sementara air sudah memutus jalan lintasan ke lokasi itu.

Warga Desa Padajaya, Oni Sukmara menyebutkan, bangunan rumah warga yang berada di sebrang jalan yang terendam kemungkinan besar tidak akan terselamatkan sebab ketinggian air pada hari Senin, 25/01/2016, sudah setinggi lutut orang dewasa.

“Di bongkar juga susah diangkutnya, mobil sudah tidak bisa lewat,” kata dia.

Sebelumnya, ratusan warga Dusun Bojongsalam panik lantaran air Waduk Jatigede mulai masuk ke rumah mereka sejak Sabtu (23/1) dini hari. Mereka panik karena air masuk ke pemukiman lebih cepat dari perkiraan. Bahkan, keberadaan air sampai memutus akses jalan antar Dusun Bojongsalam – Bantar awi

“Warga bertahan di sini lantaran sebagian warga belum mendapatkan kompensasi. Adapun warga yang sudah dapat uang senilai Rp29juta itu tidak mencukupi buat membangun rumah, oleh sebab itu mereka masih diam menempati rumahnya,” paparnya.

Lebih jauh ia mengatakan, Pemda Sumedang tidak tanggap. Karena tidak bisa mengantisipasi kejadian seperti ini.

“Pemda Sumedang tidak ada perhatian, tidak bisa mengantisipasi akan adanya kejadian ini. Mau pindah bagaimana kompensasi belum dibayar, relokasi juga belum jadi,” ujarnya.(eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed