Dedi Mulyadi, Representasi Golkar Jabar

Dedi Mulyadi, Representasi Golkar Jabar

DITEMUI: Anggota Fraksi Partai Golkar Deden Yayan saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Sumedang.

PEWARTA: SOBAR/SUMEKS

KOTA – Kader Partai Golkar Kabupaten Sumedang Deden Yayan menyebutkan, Dedi Mulyadi merupakan representasi partai Golkar Jawa Barat (Jabar).

Hal itu diutarakannya dalam menyikapi arah politik partai golkar untuk kepentingan di Pilkada Jawa Barat 2018 mendatang. Menurutnya, dibandingkan dengan sosok yang disodorkan saat ini, Dedi Mulyadi dianggap lebih tepat dengan citra Golkarnya yang pas.

“Sekarang masalah rekom jatuh ke Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqqien itu persoalan pusat. Kalau bicara urusan survei, Ahok surveinya tidak besar? Kan yang surveinya besar belum tentu bisa menang, ya contohnya Jakarta. Tapi, untuk mewibawai partai ya itu harusnya Dedi Mulyadi. Tapi apa daya, rekom sudah turun. Biasanya kalau sudah turun, mungkin tidak bisa dicabut kembali,” kata Deden kepada Sumeks, Selasa (21/11).

Selain itu, politisi anggota komisi D DPRD Kabupaten Sumedang tersebut mengatakan, saat ini kepentingan Golkar itu bagaimana supaya bisa tetap tegak berdiri. Karena, menurutnya Golkar merupakan sebuah sistem. Bukan figur.

“Masalah Dedi Mulyadi, kalau daerah itu bagaimana Jawa Barat. Kalau menurut saya seperti ini, Golkar itu merekomendasikan RK dan Daniel (kader Golkar). Apakah nanti rekomnya akan seperti itu dari koalisi?. Lalu, dari PPP menyodorkan Uu Ruzhanul Ulum. Mungkin ada lagi dari partai koalisi lainnya,” ujar Deden.

Melihat kondisi tersebut, kata Deden, dikhawatirkan Golkar hanya akan sebatas menjadi partai pendukung saja. Bukan untuk menjadi partai pengusung dengan kekuatannya di Jawa Barat.

“Ini kan itung-itungannya akan seperti apa? Kalau dari hasil survei bisa saja sama pa Uu, terus Golkar dapat apa. Tinggal pilih saja, apakah Golkar akan jadi partai pengusung atau pendukung,” tegasnya.

Deden berharap Golkar bisa jadi partai pengusung dalam Pilkada Jawa Barat maupun Pilkada Sumedang 2018. Dengan itu, menurutnya Golkar harus berjuang.

“Pa Dedi Mulyadi sebagai representasi partai Golkar harus berjuang. Sikap politik dulu, karena antar politik dan kepentingan-kepentingan diluar itu saya kurang paham. Kalau kepentingan Golkar, ya harusnya Dedi Mulyadi yang sudah lama berjuang. Bagi saya itu sangat naif, sebab saya tidak tahu latar belakang Dedi Mulyadi itu seperti apa, yang jelas beliau adalah representasi Golkar,” tuturnya.

Sementara itu, terlepas rekomendasi akan turun terhadap pasangan siapa, Deden berharap Golkar tetap harus bisa menjadi partai pengusung. Hal itu dengan melihat relaitas kader yang ada dilapangan.

“Mau dipasangkan Dedi Mulyadi dengan Ridwan Kamil, saya sangat setuju. Mereka sudah terukur dengan survei dan lain-lain. Kalau saat ini RK dan Daniel itu bisa jadi antara kepentingan politik atau diluar kepentingan politik, saya kurang paham. Dan realitasnya, kalau melihat dari hasil survei Dedi Mulyadi masih lebih baik dari pada Daniel,” tandanya. (bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.