oleh

Delapan Desa Rawan Longsor

KOTA – Sebanyak delapan desa di wilayah Kecamatan Ganeas, dinilai cukup berpotensi terhadap ancaman bencana alam longsor dan tanah retak. Penilaian itu tentu cukup beralasan, mengingat lokasi daerah tersebut hampir semuanya berada di areal perbukitan yang rawan terjadi longsor.

Seperti disampaikan Camat Ganeas, Ny. Nining Nurgantini, kepada Sumedang Ekspres, Senin, (11/1).
“Semua desa di wilayah kami ini memang sangat berpotensi terjadi longsor. Coba saja lihat, hampir semua pemukiman di sini berada diantara tebing-tebing,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada semua kepala desa dan juga masyarakat, agar senantiasa waspada terhadap kemungkinan ancaman bencana longsor, apalagi dalam intensitas curah hujan yang tinggi seperti sekarang.

“Kami minta semuanya tetap waspada. Dan terpenting semua elemen masyarakat harus tetap koordinasi apabila melihat gejala-gejala bencana yang akan terjadi,” ujarnya.

Adapun desa yang dianggap rawan bencana longsor dan tanah retak tersebut, masing-masing Desa Sukawening, Dayeuhluhur, Tanjunghurip, Cikondang, serta daerah pedalaman wilayah Desa Cikoneng, Cikoneng Kulon, Ganeas dan Sukaluyu.

Saat disinggung terakit laporan bencana yang terjadi selama musim hujan terakhir, Nining mengatakan, bahwa selama musim hujan sekarang tercatat baru ada satu kejadian bencana, yakni bencana tebing longsor yang menimpa rumah penduduk di wilayah Desa Sukawening.

“Baru ada satu kejadian, peristiwa bencana longsor itu terjadi pada awal bulan Desember lalu. Sampai sekarang bencana di lokasi itu masih belum bisa ditangani secara maksimal akibat terkendala masalah biaya,” tuturnya.

Ny. Nining menambahkan, sebagai masukan kepada Pemkab, pihaknya berharap agar kedepannya Pemerintah Kecamatan diberikan dana taktis untuk penanganan bencana sementara. Supaya ketika terjadi bencana di daerahnya, pihak kecamatan bisa langsung memberikan bantuan awal sebelum adanya penanganan dari pemerintah daerah. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed