oleh

Desa Galang Dana untuk Korban Covid 19

Dudi: Kita Jangan Lengah

SUMEDANGESKPRES.COM – Upaya membantu keluarga pasien Covid-19 yang dikarantina (isolasi mandiri) pemerintah Desa Sayang Kecamatan Jatinangor melakukan penggalangan dana yang disebar ke sejumlah warga melalui ibu ibu PKK. 

Kades Sayang Dodi Kurnaedi S.Pdi mengatakan aksi itu untuk membantu meringankan keluarganya yang tengah menjalani isolasi mandiri. Termasuk membantu biaya perawatan selama di karantina di rumah sakit. 

Sebab, kata Dodi, pasien berinisial M tergolong keluarga tidak mampu. Dan anaknya pun mengalami disabilitas (keterbelakangan sosial). 

“Korban kan tiap hari harus cek up anaknya ke Bandung yang mengalami disabilitas. Nah dia terpapar di rumah sakit tersebut di Bandung. Jadi memang benar-benar keluarga tidak mampu,” katanya. 

Selain upaya penggalangan dana, pihak desa juga memberikan bantuan langsung tunai dari BLT Dana Desa Tahap ketiga sebesar Rp600 ribu per KK. Karena anak dan suaminya sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya, sehingga pembagian BLT DD diwakilkan oleh ketua RT. 

“Si ibunya dijemput tim medis dan sekarang di isolasi di RSUD. Kalau anak dan suaminya, karena hasilnya negatif rapid tes, jadi diisolasi mandiri di rumahnya di RW 01 Dusun Dangdeur Kulon Desa Sayang Kecamatan Jatinangor,” katanya. 

Kades pun mengimbau kepada warga dan tetangganya untuk tidak mengasingkan keluarga pasien Covid-19. Justru harus dibantu dan diperhatikan dengan menjaga jarak dan penerapan protokol kesehatan yang baik. 

“Kita galakan 4M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menyemprot cairan Disinpektan). Selain woro woro melalui Babinkamtibmas dan Babinsa, kita juga setiap ada pertemuan rapat RW selalu diinformasikan,” katanya. 

Menanggapi masalah itu, anggota Komisi I DPRD Sumedang, Dr H Dudi Supardi ST MM mengatakan memang tidak bisa diduga, penularan virus Covid-19 di lingkungan kita. Meskipun sudah menerapkan protokol kesehatan, danmencoba menjaga lingkungan tidak terinfeksi. 

“Tapi ya itulah taqdir tidak bisa ditolak. Tapi saya menduga kejadian ini karena kelengahan orang perorang, bisa saja dia abai dengan protokol kesehatan. Sehingga dari kelengahan itu jadi terpapar covid 19,” katanya. 

Terkait bantuan dana untuk penanganan Covid-19, lanjut Dudi, sudah ada mekanismenya yang diisolasi di RSUD sudah dibiayai Pemda. Sedangkan bantuan terhadap keluarganya, harus dilihat dulu apakah keluarga tersebut sudah mendapat bantuan dari pemerintah apa belum. 

“Saya setuju langkah kepala desa menghimbau kepada warganya untuk peduli kepada keluarga yang diisolasi mandiri, tapi sifatnya tidak memaksa. Yang paling penting lingkungan dari warga yang positif covid, harus benar-benar diterapkan prokes. Kemudian menjaga warga lainnya tetap tenang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, juga dibarengi dengan do’a agar kita semua tetap terjaga dari terpapar covid 19,” tandasnya. (imn) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Hanya perlu modal dikit aja kita bisa jadi kaya,
    gimana caranya yaa…???
    buruan dech ke qqharian
    bikin hati senang kondisi dompetpun tenang….
    TAPI jangan lupa join now, kalo mau cepat ikutan kaya…
    Click Disini

News Feed