oleh

Dewan Sorot Seleksi Direktur PDAM

Sempat Sepi Peminat, Pendaftaran Diperpanjang Hingga Tiga Kali

SUMEDANGESKPRES.COM – Upaya Pemkab membenahi manajemen Perumda Tirta Medal (dulu PDAM) yang dinilai sakit, tidak berjalan mulus. Pasalnya, untuk mencari kandidat direktur saja, harus dilakukan tiga kali perpanjangan pembukaan lowongan.

Bahkan hingga saat ini, sudah terdaftar lima orang calon direktur, namun nama-namanya masih dirahasiakan. “Kami membuka pendaftaran (calon direktur) mulai tanggal 6-17 April 2020,” kata Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Sumedang, Maman Nurachman saat ditemui Sumeks di kantornya, Rabu (29/7).

Namun, dalam kurun waktu tersebut, hanya diminati dua orang pendaftar. “Kami melakukan perpanjangan waktu pendaftaran hingga tiga kali. Karena memang yang kami butuhkan minimal tiga maksimal lima,” ujarnya.

Perpanjangan pertama dari tanggal 20 April sampai 12 Mei 2020, perpanjangan kedua dari tanggal 28 Mei sampai 26 Juni 2029. “Pendaftar bertambah satu orang menjadi tiga,” ujarnya

Sedangkan perpanjangan ketiga mulai dari 26 Juni hingga 31 Juli 2020. “Pada perpanjangan tahap tiga bertambah dua orang pendaftar. Sampai saat ini jumlah pendaftar lima orang,” tuturnya.

Sementara, kelima pendaftar itu akan melaksanakan serangakaian tes yang meliputi tes administrasi, tes ujian tulis, psikotes, presentasi makalah dan wawancara akhir oleh bupati. “Pelaksanaannya dilakukan oleh tim Uji Kepatutan dan Kemampuan (UKK) yang terdiri dari unsur Pemerintahan Kabupaten Sumedang dan unsur profesional yang terdiri dari BPKP, Perpamsi dan Perguruan Tinggi,” katanya.

Sementara itu, desakan sejumlah anggota DPRD agar Pemkab segera menyehatkan perusahaan pelat merah tersebut, sudah dilontarkan sejak beberapa waktu lalu. Kondisi ini, berdampak pada pengajuan penyertaan modal.

“Kita terlalu berisiko, kalau mengeluarkan APBD sebagai investasi penyertaan modal di PDAM (kini jadi Perumda, red) dengan kondisinya seperti ini. Bukannya berkembang, malah bisa jadi akan habis,” ketus Anggota DPRD Sumedang drg Rahmat Juliadi kepada Sumeks, baru-baru ini.

Terkait pembenahan jajaran direksi, Rahmat menginginkan adanya pengangkatan dengan cara-cara sehat. “Jajaran direksi harus dilakukan fit and proper tes secara profesional,” tuturnya.

Sehingga yang masuk jajaran direksi merupakan orang-orang pilihan, yang memiliki visi ke depan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi perusahaan. “Kalau bisa, dari kalangan muda yang visioner dan tidak menjadi sorotan masyarakat. Seperti ada hubungan keluarga atau berkaitan dengan masalah politik,” katanya. “Jangan ada titipan-titipan. Silakan itu dilakukan secara transparan oleh Pemda, melalui open bidding,” tuturnya.

Sehingga masyarakat tahu, bahwa perekrutan dilakukan oleh tim yang memang benar-benar transparan. “Kalau lah ternyata tiba-tiba ada kaitan dengan seseorang, itu bukan soal,” katanya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 komentar

News Feed